Rosyani Muthya
Akuntansi Perpajakan, Universitas Padjadjaran

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PROFIL, TANTANGAN, DAN KEBUTUHAN PENGEMBANGAN UMKM SALUYU DI DESA PANUNDAAN JAWA BARAT Memed Sueb; Retta Farah Pramesti; Khairanis Yulita; Rosyani Muthya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38615

Abstract

Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi lokal, khususnya di wilayah pedesaan. Namun, keterbatasan modal, lemahnya pengelolaan keuangan, rendahnya literasi perpajakan, serta minimnya pemanfaatan teknologi digital masih menjadi kendala utama dalam pengembangan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil usaha, tantangan, serta kebutuhan pendampingan UMKM Saluyu di Desa Panundaan, Kecamatan Ciwidey, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif sederhana terhadap 18 UMKM sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data dalam bentuk tabel dan persentase, serta penarikan kesimpulan secara interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83% UMKM bergerak pada sektor makanan dan minuman, dengan mayoritas memiliki omzet di bawah Rp10 juta per bulan dan dikelola secara mandiri. Sebanyak 89% UMKM masih mencampurkan keuangan usaha dan pribadi, 67% belum memiliki NPWP, dan 56% belum memanfaatkan media digital dalam pemasaran. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun UMKM memiliki ketahanan usaha yang cukup baik, kapasitas manajerial dan adopsi teknologi masih rendah. Penelitian ini berkontribusi dengan menghadirkan pendekatan integratif dalam memetakan kebutuhan pengembangan UMKM yang mencakup aspek manajemen usaha, keuangan, perpajakan, dan digitalisasi secara simultan. Hasil penelitian ini menjadi dasar dalam merumuskan model pendampingan terpadu berbasis kebutuhan lokal untuk meningkatkan kapasitas dan keberlanjutan UMKM di wilayah pedesaan.Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in strengthening local economies, particularly in rural areas. However, limited access to capital, weak financial management, low tax literacy, and minimal adoption of digital technology remain major constraints in business development. This study aims to analyze the business profile, challenges, and assistance needs of MSMEs in Saluyu, Panundaan Village, Ciwidey District, West Java. This study employs a descriptive qualitative approach supported by simple quantitative analysis involving 18 MSMEs as research subjects. Data were collected through structured questionnaires, field observations, and documentation, and analyzed through data reduction, data display in the form of tables and percentages, and interpretative conclusion drawing. The findings indicate that 83% of MSMEs operate in the food and beverage sector, with most generating monthly revenues below IDR 10 million and being independently managed. Approximately 89% of MSMEs still mix personal and business finances, 67% do not have a Tax Identification Number (NPWP), and 56% have not utilized digital platforms for marketing. These results suggest that although MSMEs demonstrate relatively strong business resilience, their managerial capacity and digital adoption remain low. This study contributes by providing an integrative approach to mapping MSME development needs, encompassing business management, financial literacy, tax compliance, and digitalization simultaneously. The findings serve as a basis for developing an integrated assistance model tailored to local needs to enhance the capacity and sustainability of MSMEs in rural areas.