Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Exploration of Physics Concepts through the Local Wisdom Traditional Game “Bedil Jepret Bambu” Muhammad Alif Rahmatulloh; Hafiz Jabbaru Wachid Al Qisnu; Tharisth Natasyavira Izza Arzety
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v6i1.1971

Abstract

Physics education in Indonesia tends to be abstract, with the connection between physics concepts and students' everyday experiences often remaining unclear. This study maps the physics concepts embedded in the mechanism of the traditional bamboo snap gun (bedil jepret bambu) game as a source of contextual learning. A descriptive qualitative method was employed, based on conceptual analysis of the literature and field data (observation and interviews). The analysis reveals that the mechanism of the bamboo snap gun involves the concepts of elasticity (Hooke's Law), force and acceleration (Newton's Laws), work and energy, impulse and momentum, and parabolic motion. These findings indicate the significant potential of the bamboo snap gun as a physics learning medium that links theory with local cultural contexts. In conclusion, this conceptual mapping can serve as a foundation for developing innovative local-wisdom-based teaching materials to strengthen students' conceptual understanding.
Komunikasi Verbal yang Merendahkan dalam Interaksi Peserta didik Madrasah: Kajian Perspektif Pendidikan Islam Muhammad Alif Rahmatulloh
PenaEmas Vol 4 No 1 (2026): PenaEmas
Publisher : MAN 1 Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64688/jpe.v4i1.77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena komunikasi verbal yang merendahkan dalam interaksi peserta didik di lingkungan madrasah serta menganalisisnya dalam perspektif pendidikan Islam. Permasalahan yang diangkat berangkat dari adanya kesenjangan antara nilai-nilai kesantunan berbahasa yang diajarkan di madrasah dengan praktik komunikasi sehari-hari peserta didik yang masih mengandung unsur ejekan, penghinaan, dan candaan kasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur kepada peserta didik serta didukung dengan kajian literature review untuk memperkuat landasan teoritis. Data dianalisis menggunakan analisis tematik melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi verbal yang merendahkan telah mengalami normalisasi dalam interaksi sosial peserta didik, terutama dalam konteks pergaulan sebaya. Faktor penyebabnya meliputi pengaruh lingkungan, persepsi candaan, kondisi emosional, dan kebiasaan individu. Dampak yang ditimbulkan bersifat beragam, mulai dari penerimaan sebagai bentuk guyon hingga munculnya perasaan tersinggung dan terganggunya hubungan sosial. Dalam perspektif pendidikan Islam, praktik tersebut bertentangan dengan prinsip etika berbicara seperti qaulan ma’rufan, qaulan kariman, dan qaulan layyinan. Dengan demikian, diperlukan penguatan pembiasaan komunikasi santun melalui keteladanan, regulasi, dan integrasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan untuk membangun karakter komunikasi peserta didik yang berakhlakul karimah.