Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena komunikasi verbal yang merendahkan dalam interaksi peserta didik di lingkungan madrasah serta menganalisisnya dalam perspektif pendidikan Islam. Permasalahan yang diangkat berangkat dari adanya kesenjangan antara nilai-nilai kesantunan berbahasa yang diajarkan di madrasah dengan praktik komunikasi sehari-hari peserta didik yang masih mengandung unsur ejekan, penghinaan, dan candaan kasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur kepada peserta didik serta didukung dengan kajian literature review untuk memperkuat landasan teoritis. Data dianalisis menggunakan analisis tematik melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi verbal yang merendahkan telah mengalami normalisasi dalam interaksi sosial peserta didik, terutama dalam konteks pergaulan sebaya. Faktor penyebabnya meliputi pengaruh lingkungan, persepsi candaan, kondisi emosional, dan kebiasaan individu. Dampak yang ditimbulkan bersifat beragam, mulai dari penerimaan sebagai bentuk guyon hingga munculnya perasaan tersinggung dan terganggunya hubungan sosial. Dalam perspektif pendidikan Islam, praktik tersebut bertentangan dengan prinsip etika berbicara seperti qaulan ma’rufan, qaulan kariman, dan qaulan layyinan. Dengan demikian, diperlukan penguatan pembiasaan komunikasi santun melalui keteladanan, regulasi, dan integrasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan untuk membangun karakter komunikasi peserta didik yang berakhlakul karimah.