Ike Utia Ningsih
Program Studi Psikologi Islam, UIN Raden Fatah Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEPEMIMPINAN KOLABORATIF DAN TRANSFORMASIONAL BAGI PENGURUS IBI KOTA PALEMBANG Muhamad Uyun; Ike Utia Ningsih; Yuli Bahriah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39215

Abstract

Abstrak: Kepemimpinan dalam organisasi profesi kesehatan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kualitas layanan, namun masih ditemukan kendala pada aspek komunikasi tim, koordinasi antar ranting, serta pengambilan keputusan yang belum optimal pada pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Palembang. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan kolaboratif dan transformasional melalui pelatihan berbasis experiential learning. Metode yang digunakan berupa pelatihan interaktif yang mencakup simulasi game menara kolaborasi, simulasi pengambilan keputusan krisis, dan game blind leadership, dengan melibatkan 75 peserta dari 26 ranting. Evaluasi dilakukan melalui desain pretest dan posttest dengan skor maksimal 150 serta observasi partisipasi peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman kepemimpinan, dengan jumlah peserta yang mencapai skor maksimal meningkat dari 6 orang pada pretest menjadi 51 orang pada posttest (peningkatan ±750%), serta pergeseran distribusi nilai dari mayoritas skor 100–110 menjadi hampir seluruhnya ≥130. Selain itu, terjadi peningkatan keterampilan komunikasi, kerja sama tim, dan kepercayaan dalam pengambilan keputusan kolektif yang memperkuat kapasitas kepemimpinan dan mendorong budaya organisasi yang lebih kolaboratif dan adaptif.Abstract: Leadership within health professional organizations is a key factor in improving service quality; however, challenges remain in the areas of team communication, coordination among branches, and suboptimal decision-making among the executive board of the Indonesian Midwives Association (IBI) in Palembang. This community service project aims to enhance collaborative and transformational leadership capacity through experiential learning-based training. The method employed was an interactive training program that included a collaborative tower simulation game, a crisis decision-making simulation, and a blind leadership game, involving 75 participants from 26 branches. Evaluation was conducted using a pretest and posttest design with a maximum score of 150, along with observations of participant engagement. The results showed a significant improvement in leadership understanding, with the number of participants achieving the maximum score increasing from 6 in the pretest to 51 in the posttest (an increase of approximately 750%), as well as a shift in the score distribution from a majority of scores in the 100–110 range to nearly all scores of ≥130. Additionally, there was an improvement in communication skills, teamwork, and confidence in collective decision-making, which strengthened leadership capacity and fostered a more collaborative and adaptive organizational culture.
EFEKTIVITAS PELATIHAN ANTI PERUNDUNGAN ISLAMI PADA GURU DAN DOSEN Muhamad Uyun; Ike Utia Ningsih; Yuli Bahriah; Sulpa Damayanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36846

Abstract

Abstrak: Fenomena perundungan (bullying) masih menjadi persoalan serius di sekolah dan perguruan tinggi karena berdampak pada kesehatan psikologis, rasa aman, dan kualitas pembelajaran. Mitra kegiatan menghadapi beragam kendala, antara lain ketiadaan SOP anti bullying berbasis nilai Islam, rendahnya kemampuan deteksi dini pendidik, serta belum tersedianya mekanisme pelaporan dan dukungan psikososial. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pendidik dalam pencegahan dan penanganan bullying melalui Pelatihan Pendidikan Anti-Bullying berbasis Islam. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan interaktif, diskusi kasus, dan latihan identifikasi tanda bullying yang melibatkan 66 peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Evaluasi dilakukan melalui pretest posttest serta pemantauan partisipasi sebanyak 20 pertanyaan pilihan ganda. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan peserta, kelompok dosen mengalami peningkatan paling tinggi sebesar 3,23%, diikuti oleh guru SMA sebesar 1,14%. Sementara kelompok lainnya tidak menunjukkan perubahan nilai rata rata. Program ini berkontribusi pada penguatan kapasitas pendidik dan pembentukan lingkungan pendidikan yang lebih aman, empatik, dan humanis.Abstract: Bullying remains a serious issue in schools and universities due to its impact on psychological well being, safety, and overall learning climate. The partner institution faces several challenges, including the absence of Islamic-based anti-bullying SOPs, limited early detection skills among educators, and a lack of reporting mechanisms and psychosocial support. This community service program aims to enhance educators’ knowledge, attitudes, and skills in preventing and managing bullying through Islamic-based Anti-Bullying Education Training. The methods consisted of interactive lectures, case discussions, and practical identification exercises, involving 66 participants across educational levels. Evaluation was conducted through pretest posttest assessments and participation monitoring. The results indicate an improvement in participants’ competencies, particularly in understanding bullying concepts, identifying risks, and applying Islamic values such as active sabr, adl, ihsan, and qaulun ma’ruf in intervention practices. The program strengthens educators’ capacity and promotes the development of safer, more empathetic, and humanistic educational environments.