Abstrak: Varietas padi Cisokan Kubang merupakan komoditas unggulan daerah Nagari Kubang yang memiliki potensi ekonomi tinggi, namun pemanfaatan teknologi digital oleh petani masih terbatas, terutama dalam akses informasi pertanian, pemasaran, dan pengelolaan usaha tani secara modern. Harga komoditas pertanian yang cenderung fluktuatif, keterbatasan akses ke pasar yang lebih luas juga menjadi kendala, di mana hasil pertanian hanya dipasarkan di sekitar daerah tanpa ada pengembangan distribusi yang lebih besar. Tujuan dilakukannya pengabdian ini yaitu meningkatkan literasi digital, kemampuan branding dan pemasaran produk secara online melalui sosialisasi dan pelatihan kepada kelompok tani yang terdiri dari 10 anggota dalam meningkatkan produktivitas hasil komoditas unggulan daerah. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan penggunaan smartphone secara efektif, pemanfaatan internet untuk memperoleh informasi pertanian, pembuatan konten promosi digital, serta pengenalan marketplace dan media sosial sebagai sarana pemasaran. Evaluasi dilakukan menggunakan angket dan wawancara pasca kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani menggunakan literasi digital untuk meningkatkan produktivitas sebesar 85%. Program ini menunjukan peningkatan kemampuan kelompok tani dalam menerapkan teknologi digital.Abstract: The Cisokan Kubang rice variety is a superior commodity in the Kubang Nagari region with high economic potential. However, farmers' use of digital technology is still limited, especially in accessing agricultural information, marketing, and modern farming management. Fluctuating agricultural commodity prices and limited access to wider markets are also obstacles, where agricultural products are only marketed within the surrounding area without any development of wider distribution. The purpose of this community service is to improve digital literacy, branding skills, and online product marketing through outreach and training for farmer groups consisting of 10 members in increasing the productivity of the region's superior commodities. Implementation methods include training in effective smartphone use, utilizing the internet to obtain agricultural information, creating digital promotional content, and introducing marketplaces and social media as marketing tools. Evaluation was conducted using questionnaires and post-activity interviews. The results of the activity showed an increase in farmers' knowledge and skills in using digital literacy to increase productivity by 85%. This program demonstrated an increase in the ability of farmer groups to apply digital technology.