Abstrak: Transformasi digital pada era Industri 4.0 menuntut peningkatan kualitas sumber daya manusia yang memiliki literasi teknologi, kemampuan berpikir kritis, serta pemahaman aplikatif lintas disiplin sejak jenjang pendidikan menengah. Namun, pembelajaran sains di tingkat SMA masih cenderung bersifat teoritis dan belum terintegrasi secara kontekstual dengan penerapan teknologi. Kondisi tersebut juga ditemukan pada 32 siswa SMAN 1 Dayeuhkolot yang belum memperoleh pengalaman praktik pembelajaran berbasis teknologi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan pembelajaran berbasis STEM melalui pelatihan Internet of Things (IoT) menggunakan sensor ultrasonik sebagai media pembelajaran sains, dengan sasaran peningkatan hardskill (merakit perangkat IoT, memprogram mikrokontroler, membangun sistem monitoring) maupun softskill (berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kerja tim) peserta. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi permasalahan, analisis kebutuhan pembelajaran, perancangan modul dan sistem IoT sederhana, pelaksanaan pelatihan melalui pematerian, demonstrasi dan praktik, serta evaluasi menggunakan kuesioner dengan 12 butir pertanyaan yang mencakup tiga aspek penilaian. Hasil evaluasi menunjukkan lebih dari 93% peserta menyatakan bahwa pelatihan membantu mereka memahami konsep dasar sains yang dikaitkan dengan aplikasi nyata teknologi IoT. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi IoT dalam pembelajaran berpotensi meningkatkan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan kontekstual.Abstract: Digital transformation in the industry 4.0 era demands the improvement of human resource quality through technological literacy, critical thinking skills, and interdisciplinary applied understanding starting from secondary education. However, science learning at the senior high school level remains largely theoretical and lacks contextual integration with technological applications. This condition was also identified among 32 students of SMAN 1 Dayeuhkolot, who had not yet experienced technology-based practical learning. This community service program aimed to implement STEM-based learning through Internet of Things (IoT) training using ultrasonic sensors as a science learning medium, targeting the improvement of both hard skills (IoT device assembly, microcontroller programming, and monitoring system development) and softskills (critical thinking, problem-solving, and teamwork). The implementation methods included problem identification, learning needs analysis, module and simple IoT system design, training delivery through lectures, demonstrations, hands and on practice, and evaluation using questionnaire comprising 12 items across three assessment dimensions. The evaluation results showed that more than 93% of participants agreed that the training helped them understand fundamental science concepts linked to real-world IoT applications. These findings indicate that integrating IoT into classroom learning has the potential to enhance more applied and contextual learning experiences.