Raja Sakti Putra Harahap
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh BOPO dan NPF terhadap Return on Assets (ROA) Bank Umum Syariah pada Transisi Pandemi dan Pascapandemi 2020–2024 Kasmawati Kasmawati; Muhammad Albahi; Raja Sakti Putra Harahap
Jesya Vol 9 No 2 (2026): FORTHCOMING ARTICLES : JUNI 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36778/jesya.v9i2.2617

Abstract

Aset perbankan syariah Indonesia tumbuh pesat mencapai Rp863 triliun pada 2024, profitabilitas yang diukur melalui Return on Assets (ROA) justru mengalami penurunan dari 1,74% pada 2021 menjadi 1,38% pada 2023. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh inefisiensi operasional (BOPO) dan risiko pembiayaan bermasalah (NPF) selama periode transisi dan pascapandemi COVID-19, sehingga penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keduanya secara parsial maupun simultan terhadap ROA tujuh Bank Umum Syariah di Indonesia periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data panel dari tujuh Bank Umum Syariah (35 observasi) yang dipilih melalui purposive sampling dan dianalisis menggunakan regresi data panel Common Effect Model (CEM) berbantuan Eview 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BOPO berpengaruh negatif dan signifikan secara parsial terhadap ROA (t = 34,997; prob. = 0,000; koef. = −0,064), sedangkan NPF tidak berpengaruh signifikan secara parsial (t = 1,874; prob. = 0,0701) meskipun arah koefisiennya negatif. Secara simultan, BOPO dan NPF berpengaruh signifikan terhadap ROA dengan Adjusted R² sebesar 97,79% (F = 754,327; prob. = 0,000). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa BOPO merupakan faktor dominan penekan profitabilitas bank syariah selama periode pandemi dan pascapandemi, sementara tidak signifikannya NPF disebabkan oleh tingkat NPF yang masih terkendali serta dampak kebijakan restrukturisasi pembiayaan OJK. Bank syariah disarankan untuk memprioritaskan efisiensi operasional melalui digitalisasi sebagai strategi utama peningkatan profitabilits.