Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisa Pembebanan Generator Caterpillar dan MTU Di PLTD Lasikin Teuku Murisal Asyadi; Nurlaila Amna; Ilyas Ilyas
Jurnal Mekanova : Mekanikal, Inovasi dan Teknologi Vol 12, No 1 (2026): April
Publisher : universitas teuku umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmkn.v12i1.13514

Abstract

Kebutuhan listrik terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi. Generator adalah komponen sistem pembangkit dan sering mengalami fluktuasi karena jumlah beban yang berbeda saat beroperasi. Ini berdampak pada efisiensi kinerja generator pada PLTD. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa pembebanan generator caterpillar tipe 3512 (prime 1020 kW 1275 kVA) PLTD Lasikin. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka untuk meningkatkan efisiensi daya listrik dari masing-masing generator di PLTD Lasikin yaitu dengan meningkatkan daya output generator hingga mencapai daya output maksimal dari pembangkit tersebut. Setelah dilakukan perbaikan efisiensi daya listrik pada unit generator pada PLTD Lasikin, efisiensi daya output generator menjadi meningkat yaitu CAT 01 dari 66% menjadi sebesar 78%, MTU 02 dari 52% menjadi sebesar 57%, CAT 03 dari 70% menjadi sebesar 79%, CAT 06 dari 54% menjadi sebesar 62%, CAT 09 dari 65% menjadi sebesar 69%, MTU 10 dari 41% menjadi sebesar 47% dan MTU 13 dari 69% menjadi sebesar 74%. Keseluruhan daya listrik pada sistem PLTD yang beroperasi disinabang awalnya memiliki kekurangan daya sebesar 122 kW ketika berada pada beban puncak. Setelah dilakukan perbaikan efisiensi daya pada generator, maka daya pada sistem PLTD disinabang menjadi menimgkat sebesar 800 kW.
Analisa Pemasangan Arrester Pada Trafo Penyulang Meureubo ULP Meulaboh Kota Nurlaila Amna; Teuku Murisal Asyadi; T. Mahmuda Rahmat R
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v8i1.3892

Abstract

Pada sistem pembangkit tenaga listrik PT. PLN (Persero) area Meulaboh memiliki elemen penting dalam menyuplai tenaga listrik, yaitu sistem jaringan distribusi. Komponen yang paling rentan terkena gangguan petir pada jaringan distribusi adalah trafo, maka diperlukan penangkal petir, yaitu arrester. Arrester pada trafo distribusi PT. PLN (Persero) ULP Meulaboh Kota berfungsi untuk menangkap dan mengamankan trafo dari gangguan surja petir dan memberikan perlindungan pada trafo dari tegangan lebih. Permasalahan yang diangkat pada penelitian ini adalah berapa jarak pemasangan arrester dengan peralatan dan bagaimana karakteristik kerja arrester dalam memproteksi trafo pada gardu distribusi penyulang Meureubo ULP Meulaboh Kota. Yang menjadi tujuan utama dari penelitian ini adalah, untuk mendapatkan jarak pemasangan arrester dengan peralatan dan mengetahui karakteristik kerja arrester dalam memproteksi trafo pada gardu distribusi penyulang Meurebo ULP Meulaboh Kota. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan observasi lansung kelapangan dan pengumpulan data, serta melakukan perhitungan dengan formula sistematis. Hasilnya jarak maksimum lightning arrester (LA) terhadap transformator sesuai dengan karakteristik kerja arrester pada tegangan trafo 20 kV maka jarak pemasangan arrester yang harus dilakukan sebesar 0,66 meter, dengan kapasitas trafo daya sebesar 50 kVA, 160 kVA dan 250 kVA maka jarak perlindungan arrester terhadap peralatan yang dilindungi tersebut sebesar 4,86 m, 21,36 m, dan 34,86 m. Sedangkan pada tegangan trafo 30 kV maka jarak pemasangan arrester yang harus dilakukan sebesar 0,99 meter, dengan kapasitas trafo daya sebesar 50 kVA, 160 kVA dan 250 kVA maka jarak perlindungan arrester terhadap peralatan yang dilindungi tersebut sebesar 3,54 m, 20,04 m, dan 33,54 m, sehingga penempatan dan penyambungan arrester masih dalam kondisi yang baik. Faktor perlindungan arrester juga dipengaruhi oleh besar kecilnya tegangan trafo karena faktor perlindungan arrester yang baik terhadap trafo minimal adalah 20 % dari TID.