Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konvergensi antara internalisasi etika bisnis oleh pelaku UMKM dengan konstruksi kepercayaan konsumen (consumer trust) dalam ekosistem transaksi digital pre-order massal. Melalui pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi murni, penelitian ini mengeksplorasi esensi pengalaman nyata (lived experience) dari pemilik Berkah Cheryle Souvenir dan tiga informan konsumen yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling hingga mencapai titik jenuh data (data saturation). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi digital secara pasif pada media komunikasi transaksional, serta dokumentasi. Data dianalisis secara fenomenologis melalui tahapan epoche (horizonalization), penyusunan unit makna, hingga sintesis tekstural-struktural. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kepercayaan konsumen dikonstruksi melalui pemenuhan kontrak etis (ethical contract) oleh produsen yang bertransformasi menjadi perceived value dalam sistem adopsi teknologi transaksi. Keselarasan operasional ini terwujud dalam empat pilar utama: penegakan autentisitas informasi visual, transparansi finansial lewat locked-pricing system, keadilan prosedural (procedural justice) pada tata kelola antrean berbasis first-come, first-served, serta internalisasi nilai lingkungan (green marketing value) melalui material kayu mahoni bersertifikasi food-grade. Komitmen mitigasi risiko logistik berupa jaminan garansi ganti rugi penuh terbukti menjadi jangkar utama yang mereduksi kecemasan transaksional. Keterpaduan dimensi etika bisnis ini secara simultan memicu akumulasi bukti sosial (social proof) positif yang mendorong perilaku rekomendasi antarpribadi (Word of Mouth) secara organik. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis pada literatur manajemen perilaku konsumen mengenai pentingnya rekonsiliasi nilai etika produsen berbasis teori VTAM (Value-driven Technology Acceptance Model) di pasar digital.