Industri kosmetik terus tumbuh dan persaingan di dalamnya semakin sulit diabaikan. Setiap merek berlomba mempertahankan pangsa pasarnya, dan strategi promosi menjadi salah satu senjata utama yang terus diasah. Di antara berbagai pendekatan yang ada, promosi limited time offer adalah yang paling sering dipilih pemasar untuk mendorong konsumen segera mengambil keputusan pembelian. Strategi ini secara sengaja dirancang untuk memicu respons psikologis konsumen, khususnya dalam bentuk peningkatan gairah emosi dan munculnya perasaan fear of missing out. Penelitian ini menguji peran emosi dan fear of missing out sebagai mediator dalam hubungan antara promosi limited time offer dan keputusan pembelian produk kecantikan di kalangan konsumen muda Kota Bandung. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan structural equation modeling, yang memungkinkan pengujian validitas alat ukur dan hipotesis dilakukan dalam satu kerangka analisis yang terintegrasi. Hasil menunjukkan bahwa limited time offer berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap emosi, fear of missing out, sekaligus keputusan pembelian. Di sisi lain, emosi dan fear of missing out tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian ketika diposisikan sebagai mediator. Temuan ini mengindikasikan bahwa limited time offer bekerja langsung pada keputusan pembelian, emosi dan fear of missing out ikut terstimulasi, tapi tidak menjadi jembatan yang menghubungkan keduanya. Kesimpulan akhir menegaskan bahwa konsumen masa kini memiliki mekanisme kontrol diri yang sangat rasional pada tahap akhir transaksi. Pembelian murni didasarkan pada penilaian logis atas keuntungan ekonomis dari promosi, bukan karena desakan emosional semata.