Zakiah Wahyuni
Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Harmonisasi Akal dan Wahyu dalam Pemikiran Filsafat Ibnu Rusyd Izzati Variza aza; Uspita Maya; Zakiah Wahyuni
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Al Karim Edisi September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/alkarim.v10i2.650

Abstract

Pemikiran filsafat Islam berkembang melalui kontribusi para tokoh besar, salah satunya adalah Ibnu Rusyd yang dikenal sebagai filsuf rasionalis dan komentator karya Aristoteles. Artikel ini membahas hubungan antara akal dan wahyu dalam pemikiran Ibnu Rusyd serta relevansinya terhadap perkembangan pemikiran Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pandangan Ibnu Rusyd mengenai keselarasan antara akal dan wahyu dalam memahami kebenaran. Metode yang digunakan ialah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui berbagai sumber literatur filsafat Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa menurut Ibnu Rusyd, akal dan wahyu tidak saling bertentangan karena keduanya berasal dari sumber kebenaran yang sama, yaitu Allah Swt. Wahyu berfungsi sebagai petunjuk bagi manusia, sedangkan akal digunakan untuk menafsirkan dan memahami makna yang terkandung di dalamnya. Ibnu Rusyd juga menegaskan bahwa apabila terdapat perbedaan antara hasil pemikiran rasional dan teks wahyu, maka diperlukan penafsiran (ta’wil) secara mendalam terhadap ayat-ayat yang bersifat metaforis. Dengan demikian, pemikiran Ibnu Rusyd memberikan kontribusi penting dalam membangun hubungan harmonis antara agama dan filsafat. Pemikirannya menunjukkan bahwa Islam menghargai penggunaan akal sebagai sarana untuk mencapai pengetahuan dan kebenaran tanpa meninggalkan nilai-nilai wahyu.