Sar'an
Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembukaan Pembelajaran sebagai Strategi Membangun Motivasi dan Partisipasi Siswa Mailiza Putri; Iswandi Iswandi; Aditia Pratama; Sar'an
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Al Karim Edisi Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/alkarim.v11i1.661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembukaan pembelajaran sebagai strategi membangun motivasi dan partisipasi siswa. Pembukaan pembelajaran merupakan tahap awal yang memiliki peran penting dalam menyiapkan kondisi mental, emosional, dan kognitif siswa sebelum memasuki kegiatan inti. Namun, dalam praktiknya, pembukaan pembelajaran masih sering dilakukan secara rutin dan administratif, seperti salam, doa, presensi, serta penyampaian materi, tanpa dioptimalkan sebagai strategi untuk membangkitkan motivasi dan keterlibatan siswa. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai buku dan artikel ilmiah yang relevan mengenai pembukaan pembelajaran, motivasi belajar, apersepsi, dan partisipasi siswa. Literatur dianalisis melalui tahapan identifikasi, seleksi, klasifikasi, dan sintesis temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembukaan pembelajaran yang efektif dapat membangun motivasi siswa melalui kegiatan menarik perhatian, menghubungkan materi dengan pengalaman siswa, menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran, serta menciptakan suasana kelas yang positif. Selain itu, pembukaan pembelajaran juga dapat meningkatkan partisipasi siswa melalui pertanyaan pemantik, apersepsi kontekstual, penggunaan media visual, cerita singkat, dan aktivitas awal yang interaktif. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pembukaan pembelajaran bukan sekadar kegiatan pendahuluan, melainkan strategi pedagogis yang menentukan kesiapan, minat, dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu merancang pembukaan pembelajaran secara kreatif, kontekstual, dan partisipatif agar proses belajar menjadi lebih aktif, bermakna, dan menyenangkan.
Seni Memberikan Penguatan dalam Proses Pembelajaran Rimi Mawati; Sar'an; Salman; Roiz Zulhadi
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Al Karim Edisi September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/alkarim.v10i2.692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, prinsip, efektivitas, serta dampak pemberian penguatan dalam proses pembelajaran. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan mengacu pada tahapan PRISMA 2020. Data diperoleh dari artikel ilmiah nasional dan internasional yang membahas penguatan positif, pujian guru, penguatan verbal dan nonverbal, behavior-specific praise, motivasi, keterlibatan, perilaku, serta hasil belajar peserta didik. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis menggunakan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan merupakan keterampilan pedagogis yang berperan penting dalam meningkatkan motivasi, keterlibatan, kepercayaan diri, efikasi diri, perilaku positif, dan kualitas hubungan antara guru dan peserta didik. Penguatan verbal dan nonverbal menjadi bentuk yang paling banyak digunakan, sedangkan pujian yang spesifik terhadap perilaku, usaha, strategi, dan proses dinilai lebih efektif dibandingkan pujian umum atau pujian yang hanya berorientasi pada kemampuan pribadi. Efektivitas penguatan ditentukan oleh ketepatan waktu, ketulusan, keadilan, relevansi, proporsionalitas, dan kesesuaiannya dengan karakter peserta didik. Namun, penguatan yang diberikan secara berlebihan, tidak autentik, tidak adil, atau terlalu berorientasi pada hadiah dapat menimbulkan ketergantungan terhadap motivasi eksternal dan mengurangi motivasi intrinsik. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan lima karakter utama penguatan yang efektif, yaitu spesifik, autentik, kontekstual, proporsional, dan berorientasi pada perkembangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa seni memberikan penguatan bukan sekadar tindakan memuji, melainkan kemampuan guru dalam merancang respons pedagogis yang mendukung perkembangan akademik, sosial, dan emosional peserta didik.