Salman
Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Seni Mengajar yang Efektif: Penggunaan Bahasa, Penampilan, Gerakan, dan Jeda dalam Pembelajaran Fatimah; Azmiyah; Iswandi Iswandi; Salman
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Al Karim Edisi September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/alkarim.v10i2.666

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seni mengajar efektif melalui penggunaan bahasa, penampilan, gerak tubuh, dan waktu selang dalam pembelajaran. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa efektivitas pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi ajar, tetapi juga oleh kemampuan guru dalam mengelola komunikasi pedagogis secara verbal, nonverbal, dan temporal. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai literatur ilmiah yang relevan mengenai komunikasi guru, pembelajaran efektif, komunikasi nonverbal, gerak tubuh, penampilan guru, serta konsep wait time atau waktu selang dalam pembelajaran. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan mengelompokkan literatur ke dalam empat fokus utama, yaitu bahasa guru, penampilan guru, gerak tubuh guru, dan waktu selang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa guru yang jelas, sistematis, santun, dan komunikatif dapat meningkatkan pemahaman serta keberanian siswa dalam berpartisipasi. Penampilan guru yang rapi, profesional, dan percaya diri berfungsi sebagai simbol kesiapan, kredibilitas, dan keteladanan. Gerak tubuh guru, seperti ekspresi wajah, kontak mata, postur, dan perpindahan posisi, berperan dalam memperkuat pesan verbal serta meningkatkan perhatian siswa. Sementara itu, waktu selang memberikan ruang kognitif bagi peserta didik untuk berpikir, memahami pertanyaan, dan menyusun jawaban secara reflektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa seni mengajar efektif merupakan integrasi antara bahasa, penampilan, gerak tubuh, dan waktu selang sebagai satu kesatuan komunikasi pedagogis. Keempat aspek tersebut perlu dikembangkan sebagai bagian dari kompetensi pedagogik guru dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, humanis, partisipatif, dan bermakna.
Seni Memberikan Penguatan dalam Proses Pembelajaran Rimi Mawati; Sar'an; Salman; Roiz Zulhadi
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Al Karim Edisi September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/alkarim.v10i2.692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, prinsip, efektivitas, serta dampak pemberian penguatan dalam proses pembelajaran. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan mengacu pada tahapan PRISMA 2020. Data diperoleh dari artikel ilmiah nasional dan internasional yang membahas penguatan positif, pujian guru, penguatan verbal dan nonverbal, behavior-specific praise, motivasi, keterlibatan, perilaku, serta hasil belajar peserta didik. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis menggunakan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan merupakan keterampilan pedagogis yang berperan penting dalam meningkatkan motivasi, keterlibatan, kepercayaan diri, efikasi diri, perilaku positif, dan kualitas hubungan antara guru dan peserta didik. Penguatan verbal dan nonverbal menjadi bentuk yang paling banyak digunakan, sedangkan pujian yang spesifik terhadap perilaku, usaha, strategi, dan proses dinilai lebih efektif dibandingkan pujian umum atau pujian yang hanya berorientasi pada kemampuan pribadi. Efektivitas penguatan ditentukan oleh ketepatan waktu, ketulusan, keadilan, relevansi, proporsionalitas, dan kesesuaiannya dengan karakter peserta didik. Namun, penguatan yang diberikan secara berlebihan, tidak autentik, tidak adil, atau terlalu berorientasi pada hadiah dapat menimbulkan ketergantungan terhadap motivasi eksternal dan mengurangi motivasi intrinsik. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan lima karakter utama penguatan yang efektif, yaitu spesifik, autentik, kontekstual, proporsional, dan berorientasi pada perkembangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa seni memberikan penguatan bukan sekadar tindakan memuji, melainkan kemampuan guru dalam merancang respons pedagogis yang mendukung perkembangan akademik, sosial, dan emosional peserta didik.