Dawimatus Sholihah
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Utsmani Bondowoso

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEADILAN YANG TERKENDALA: ANALISIS KETIMPANGAN SOSIAL INDONESIA 2021-2025 DALAM FRAME EKONOMI ISLAM Ahmad Raziqi; Dawimatus Sholihah
International Conference on Humanity Education and Society (ICHES) Vol. 5 No. 1 (2026): The 5th International Conference on Humanity Education and Society (ICHES)
Publisher : FORPIM PTKIS ZONA TAPAL KUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam ekonomi Islam, ketimpangan sosial tinggi bertentangan dengan keadilan distributif. Penelitian akan menganalisis ketimpangan sosial di Indonesia melalui tinjauan tingkat kemiskinan, indeks pembangunan manusia (IPM) dan tingkat pengangguran terbuka. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan analisis regeresi data panel berganda melalui 38 provinsi di Indonesia periode 2021–2025. Indeks Gini sebagai indikator ketimpangan sosial dan data dependen, tingkat kemiskinan, IPM, dan tingkat pengangguran terbuka digunakan sebagai variabel independen. Analisis data menggunakan regresi linier berganda melalui perangkat lunak SPSS Versi 25. Hasil temuan secara parsial tingkat kemiskinan sebesar (dua puluh tujuh persen), IPM sebesar (enam puluh tujuh persen) dan pengangguran sebesar (dua puluh enam persen) mempengaruhi Indeks Gini. Kemudian secara simultan semua variabel (tujuh puluh tujuh persen) mempengaruhi Indeks Gini. Dengan demikian tingkat kemiskinan menunjukkan pengaruh dengan Indeks Gini karena berkaitan dengan distribusi kekayaan serta keadilan sosial, sementara IPM/HDI dapat mencerminkan disparitas akses dan pemanfaatan fasilitas, sehingga akan berkontribusi terhadap tinggi rendahnya ketimpangan sosial. Sisi lain, tingkat pengangguran mempengaruhi ketimpangan sosial tetapi juga tergantung struktur ekonomi dan karakteristik pasar tenaga kerja di masing- masing provensi. Hasil penelitian ini selaras dengan pandangan Al-Ghazali dan Ibn Khaldun bahwa ketimpangan pendapatan atau sosial lebih dipengaruhi oleh kegagalan distribusi dan konsentrasi kekayaan.