Buah manggis merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang memiliki nilai ekspor tinggi. Provinsi sentra manggis memiliki kekayaan agroekonomi yang melimpah, di mana sektor hortikultura ini memainkan peran vital dalam perekonomian daerah dan kesejahteraan petani. Namun, proses penentuan kualitas manggis sering kali menghadapi berbagai tantangan, seperti inkonsistensi penilaian manual, kriteria yang subjektif, dan standar mutu yang ketat dari negara tujuan ekspor. Oleh karena itu, pemilihan kualitas buah manggis menjadi krusial untuk memastikan keberlanjutan pasar ekspor serta keuntungan ekonomi yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam sebuah sistem pendukung keputusan untuk seleksi kualitas buah manggis di Indonesia. Melalui identifikasi dan evaluasi berbagai kriteria relevan sepert berat buah, diameter buah, Warna Kulit, jumlah Kelopak, dan Ketiadaan Getah Kuning, penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi grading yang tepat, objektif, dan terstandarisasi bagi para petani maupun pelaku industri. Hasil pengujian penerapan Metode AHP dalam menentukan kualitas sebuah sampel manggis dengan kriteria input: Berat, Diameter buah, warna, tekstur kulit, jumlah kelopak, memperoleh hasil perhitungan nilai preferensi sebesar 0.48. Nilai ini berada di atas ambang batas standar mutu ekspor, yaitu 0.44, dengan kesimpulan bahwa buah manggis tersebut dapat diterima dan diklasifikasikan sebagai mutu 1/ super 1 (Kualitas Ekspor).Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk seleksi kualitas buah manggis terbukti efektif dalam membantu pengambilan keputusan yang kompleks dengan melibatkan berbagai kriteria. Sistem ini mampu menyediakan penilaian yang objektif dan konsisten, sehingga dapat meningkatkan efisiensi proses sortasi dan nilai jual produk di tingkat petani