Magdalena Pur Dwiastuti
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Perbandingan Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Kinerja Keuangan pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Wid Harti Utami; Magdalena Pur Dwiastuti; Wendri Sukmarani
Jurnal Kajian Akuntansi, Auditing dan Perpajakan Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jkaap.2026.v3i1.195

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja keuangan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebelum, selama, dan setelah pandemi COVID-19 periode 2019–2023 menggunakan pendekatan Risk-Based Bank Rating (RGEC) yang difokuskan pada aspek Risk Profile, Earnings, dan Capital. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data sekunder berupa laporan tahunan, laporan keuangan perusahaan, dan publikasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan studi kepustakaan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif melalui interpretasi rasio keuangan sesuai ketentuan regulator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 memberikan tekanan terhadap kinerja keuangan BRI, terutama pada peningkatan Non Performing Loan (NPL), penurunan Loan to Deposit Ratio (LDR), serta menurunnya profitabilitas yang tercermin dari penurunan Return on Assets (ROA) pada tahun 2020. Namun, pada periode 2021–2023 BRI mampu menunjukkan pemulihan yang konsisten melalui perbaikan kualitas kredit, meningkatnya profitabilitas, stabilnya Net Interest Margin (NIM), serta kuatnya Capital Adequacy Ratio (CAR) yang tetap berada di atas ketentuan minimum regulator. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memiliki tingkat kesehatan bank yang baik, daya tahan yang kuat dalam menghadapi krisis, serta kemampuan adaptasi yang baik pada masa pemulihan ekonomi. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan manajemen risiko, efisiensi operasional, transformasi digital, dan kecukupan modal dalam menjaga stabilitas kinerja perbankan.