Maya Indrasti Notoprayitno
Universitas Trisakti, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Limbah Kotoran Hewan Menjadi Pupuk Organik Berbasis Waste to Value Di Kecamatan Ciambar Sarah Aphirta; Wisnu Prayogo; Maria Immaculata Ririk Winandari; Maya Indrasti Notoprayitno; Ramadhani Yanidar; Nanda Savira Ersa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdimas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v4i1.12384

Abstract

Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi memiliki potensi peternakan yang cukup besar, namun limbah kotoran hewan masih sering belum dikelola secara optimal. Kondisi ini dapat menimbulkan bau, pencemaran lingkungan, serta menurunkan kualitas sanitasi di sekitar permukiman dan kandang ternak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah kotoran hewan menjadi pupuk organik berbasis konsep waste to value dan ekonomi sirkular. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, praktik pembuatan pupuk organik, serta pendampingan pengelolaan dan pemanfaatan produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu memahami tahapan pengolahan limbah, mulai dari pemilahan bahan, pencampuran bahan organik, proses fermentasi, hingga pemanfaatan pupuk untuk kegiatan pertanian. Program ini juga mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap limbah ternak, dari bahan buangan menjadi sumber daya bernilai ekonomi. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih bersih, meningkatkan kemandirian petani dan peternak, serta memperkuat praktik ekonomi sirkular di tingkat desa.
Export Prohibition on Cultural Heritage Objects in NIAC: Study of Tangerang City Under Humanitarian Law Arlina Permanasari; Siti Nurbaiti; Maya Indrasti Notoprayitno; Nursyahrani Tiara Ramadhan
International Journal of Law Reconstruction Vol 9, No 2 (2025): International Journal of Law Reconstruction
Publisher : UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26532/ijlr.v9i2.47704

Abstract

Protecting cultural heritage during non-international armed conflicts remains a significant challenge for the enforcement of International Humanitarian Law, especially given the rising instances of intentional or accidental destruction of cultural sites in recent decades. This study aims to explores the role of national legal mechanisms and analyzes the legal consequences of cultural heritage preservation, emphasizing its economic aspects. This research applies normative legal methods to analyze a range of international instruments, including the 1954 Hague Convention, the 1999 Second Protocol, and UN Security Council Resolution 2347 (2017), along with soft law sources such as Customary IHL and the 2024 Joint Declaration. The study's results indicate that applying international rules to the Indonesian national legal framework, particularly regarding the prohibition on exporting cultural heritage objects, can serve as a crucial preventive measure. However, at the national level, the Regulation still needs to be strengthened through more technical operational mechanisms, inter-agency cooperation, and the participation of individuals and indigenous peoples, based on international provisions that the world community has accepted.