Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemikiran K.H. Ahmad Dahlan : Tipologi Dakwah Performatif dan Transformatif di Indonesia Ismail Ismail; Nadia Cahaya Amanda
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 8 No. 6 (2026): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v8i6.12330

Abstract

Contemporary Islamic preaching (dakwah) faces increasingly complex structural pressures: digital platforms offer unprecedented reach, yet the attention economy ecosystem systematically pushes dakwah to align with the logic of viral, easily consumable, and engagement-oriented content. Consequently, a fundamental and urgent question arises: does dakwah still function as an agent of social change, or has it transformed into a component of the religious entertainment industry? This article responds to that question by constructing a typology of performative dakwah and transformative dakwah. This analytical framework distinguishes between preaching oriented toward symbolic representation and audience consumption versus preaching focused on tangible and measurable social change. A distinctive feature of this article is that this typology is not built from theoretical frameworks imported from outside the Islamic tradition, but is instead extracted from the thoughts and practices of K.H. Ahmad Dahlan, the founder of Muhammadiyah, who consistently rejected verbalistic dakwah and placed social transformation at the core of the Islamic mission. Using a qualitative approach based on library research and critical-conceptual analysis, this study demonstrates that K.H. Ahmad Dahlan’s logic centered on the unity of faith, knowledge, and action, along with an explicit bias toward marginalized groups provides a robust theological and methodological foundation for evaluating contemporary digital dakwah trends. The findings indicate that most digital dakwah in Indonesia today leans toward performative patterns, and while the space for transformative dakwah in the digital era is narrow, it remains viable and must be consciously nurtured.
Penguatan Kapasitas Ekonomi Kreatif Berbasis Digital bagi Kelompok UMKM Lokal di Ngantru, Tulungagung Nadia Cahaya Amanda
Lentera Salam Institute Vol. 2 No. 2 (2025): LENTERA SALAM INSTITUTE
Publisher : Elsalima (Salam Institute)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67716/6wqrzg71

Abstract

 Ekonomi kreatif berbasis digital merupakan strategi pemberdayaan yang esensial bagi kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menghadapi transformasi pasar global. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk menjawab permasalahan mendesak terkait kapasitas digital UMKM lokal yang masih rendah di Kecamatan Ngantru, Tulungagung. Penelitian dan pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi awal kapasitas digital UMKM, mengidentifikasi proses kolaboratif komunitas dalam meningkatkan keterampilan pemanfaatan teknologi digital, serta mengukur dampak program terhadap peningkatan kemandirian ekonomi UMKM. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari (23–25 Februari 2025) dengan melibatkan 50 peserta dari berbagai kategori UMKM menggunakan pendekatan Community-Based Research (CBR). Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan, pelatihan intensif, dan pendampingan praktis dalam penguatan digital marketing, penggunaan platform e-commerce, dan strategi branding digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan digital UMKM, dengan rata-rata skor pemahaman meningkat 68% sebelum kegiatan menjadi 91% sesudah kegiatan. Dampak program juga terefleksikan dalam meningkatnya kemandirian ekonomi peserta, yang ditunjukkan melalui peningkatan motivasi adopsi teknologi digital sebesar 74% dan komitmen implementasi strategi digital marketing sebesar 82%. Kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan UMKM lokal dan membuka peluang keberlanjutan program melalui pendampingan berkelanjutan dan pembentukan komunitas UMKM digital yang mandiri.