This Author published in this journals
All Journal Jurnal InterAct
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Eco-branding in Silence: Digital Communication Challenges in a Low-traffic Coastal Tourism Destination Dwi Nurrahmi Kusumastuti; Adelinta Pristia Defi
Jurnal InterAct Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal InterAct
Publisher : School of Communication - Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/interact.v15i1.7204

Abstract

Branding lingkungan penting untuk mempromosikan destinasi wisata di pasar yang kompetitif dan berorientasi keberlanjutan. Namun, destinasi yang masih berkembang sering mengalami “digital silence”, karena kurangnya komunikasi yang konsisten dan terstruktur. Kasus di Pantai Maron, Semarang menunjukkan kondisi tersebut. Dikelola oleh TNI Angkatan Darat (Skadron-11/Serbu) dengan tanpa dukungan profesional bidang pariwisata atau komunikasi, kawasan ini aktif melakukan kegiatan ekologis seperti penanaman mangrove dan pembersihan pantai, tetapi belum mampu mengomunikasikannya secara efektif secara online. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui wawancara semi-terstruktur, analisis konten, dan telaah dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari satu informan kunci berinisial GA yang berperan sebagai pengelola destinasi sekaligus admin media sosial Pantai Maron. Sebanyak 19 unggahan Instagram periode April–Juni 2025 dianalisis berdasarkan tema, keterlibatan, dan storytelling visual. Hasil analisis menunjukkan pemahaman nilai lingkungan sudah ada, tetapi komunikasi masih informal dan tidak terkoordinasi. Hanya 21,1% konten membahas isu lingkungan seperti sampah dan mangrove, sedangkan 52,6% berupa foto pemandangan tanpa konteks edukatif. Tingkat keterlibatan rata-rata 3,61% melampaui standar industri, tetapi interaksi didominasi respons pasif (likes) dengan sangat sedikit komentar. Tidak ditemukan konten buatan pengguna maupun narasi komunitas. Kesimpulannya, terjadi fenomena “eco- branding in silence”: konservasi berjalan, namun komunikasi digital minim. Rekomendasi utama penelitian ini meliputi penguatan kapasitas kelembagaan, strategi komunikasi digital, dan kolaborasi dengan universitas serta LSM.