Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Selai Rumput Laut (Eucheuma cottonii) dan Aplikasinya pada Pembuatan Pie dan Bolen sebagai Pengembangan Produk Perikanan Illiyatus Sholiha; Senja Ikerismawati
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 8 No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v8i2.16674

Abstract

Rumput laut merupakan salah satu komoditi hasil laut yang banyak dihasilkan di berbagai wilayah Indonesia, terutama daerah pesisir. Rumput laut Eucheuma cottonii banyak dijual baik di pasar tradisional maupun pasar modern. Eucheuma cottonii mengandung karagenan yang bersifat hidrokoloid yang memiliki sifat seperti pektin pada buah sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan selai. Rumput laut yang mengandung karagenan dapat menurunkan kolesterol darah. Rumput laut mengandung serat yang dapat memelihara saluran pencernaan tubuh, mencegah sembelit, kanker, dan penyakit jantung. Rumput laut mengandung Tiamin, riboflavin, niasin, dan piridoksin berperan sebagai koenzim dalam reaksi pemanfaatan zat makanan dalam tubuh. Mengkonsumsi rumput laut juga dapat membantu memenuhi kebutuhan makromineral dan mikromineral tubuh diantaranya Na, Ca, K, P, Fe, dan yodium. Rumput laut (Eucheuma cottonii) dapat lebih luas kemanfaataannya salah satunya dengan diolah menjadi selai karena kandungan hidrokoloid karagenan yang dimiliki. Selai rumput laut bersifat lebih awet dibandingkan rumput laut basah dan praktis untuk dikonsumsi ataupun diaplikasikan dalam pembuatan produk pangan yang lain. Hasil uji kesukaan pada selai rumput laut menujukkan rerata skor rasa 3,6 artinya selai rumput laut yang dihasilkan memiliki rasa manis yang pas dan enak saat dimakan. Rerata skor tekstur 3,5 artinya tekstur selai rumput laut halus. Rerata skor warna 3,6 artinya warna selai rumput laut berwarna kuning keemasan. Rerata skor aroma 3,7 artinya aroma selai rumput laut cenderung segar dan menimbulkan selera makan. Rerata skor penerimaan keseluruhan 3,7 artinya selai rumput laut yang dihasilkan disukai oleh panelis. Oleh karena itu, selai rumput laut dapat diaplikasikan pada pembuatan pie dan bolen. Pie selai rumput laut yang dihasilkan menunjukkan rerata skor tekstur 3,5 artinya kulit pie renyah, mudah rapuh, dan lumer di mulut. Rerata skor rasa pie selai rumput laut 3,5 artinya memiliki rasa gurih dan manis yang seimbang. Rerata skor warna pie selai rumput laut 3,7 artinya memiliki warna kuning kecoklatan dan menimbulkan selera makan. Rerata nilai aroma 3,6 artinya kulit pie menghasilkan bau khas yang wangi dan menimbulkan selera makan. Rerata hasil penerimaan keseluruhan yaitu 3,8 artinya pie selai rumput laut disukai panelis. Bolen rumput laut yang dihasilkan menunjukkan rerata skor tekstur 3,4 artinya tekstur kulit kue bolen selai rumput renyah. Rerata skor rasa bolen rumput laut 3,4 artinya memiliki rasa gurih dan manis yang seimbang, rerata skor aroma 3,4 artinya menunjukkan aroma wangi dan menggugah selera, rerata skor warna 3,5 artinya warna kue bolen selai rumput kuning kecoklatan. Rerata penerimaan keseluruhan kue bolen selai rumput laut 3,5 artinya disukai oleh panelis. Pie dan bolen selai rumput laut menjadi inovasi dalam diversifikasi dan pengembangan produk perikanan sehingga dapat membantu konsumen pecinta kue khususnya kue pie dan bolen mendapatkan nilai gizi dan manfaat dari rumput laut.
Evaluasi Mutu Udang Vaname Segar Berdasarkan Organoleptik, Cemaran Mikroba Escherichia Coli, dan Cemaran Kimia Kloramfenikol lubab_alghifari alghifari; Illiyatus Sholiha
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 12 No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v12i2.26814

Abstract

Produksi udang vaname di Kabupaten Pasuruan mencapai 17,50 ton dengan luas lahan mencapai 3.966,9 hektar. Budidaya menjadi salah satu alternatif dalam peningkatan produksi perikanan. Vaname merupakan jenis udang yang paling banyak dibudidaya karena jenis udang vaname memiliki prospek dan profit yang menjanjikan, Namun pada kenyataannya saat ini masih sering terjadi kegagalan yang disebabkan oleh virus, sehingga mempengaruhi hasil panen pembudidaya udang vaname, maka diperlukan alternatif untuk menekan pertumbuhan virus dalam budidaya udang vaname. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis mutu sensori, cemaran mikroba Escherichia coli dan cemaran kimia Kloramfenikol pada udang vaname segar di CV. Edi Seafood Jaya Pasuruan. Analisis tersebut kemudian dibandingkan dengan ambang batas yang sudah ditetapkan oleh SNI 01-2728.1.2006. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan terhadap udang vaname segar di CV. Edi Seafood Jaya Bangil Pasuruan, dapat disimpulkan bahwa hasil analisis organoleptik (kenampakan, bau, dan tekstur) pada udang vaname segar di CV. ESJ Bangil Pasuruan menunjukkan nilai p= 7, artinya sudah memenuhi standar SNI. Hasil analisis cemaran mikroba Escherichia coli pada udang vaname segar di CV. ESJ Bangil Pasuruan menunjukkan jumlah rerata koloni sebesar 1,345 × 10⁵ CFU/gr, artinya masih diatas standar SNI. Hasil analisis cemaran kimia kloramfenikol pada udang vaname segar di CV. ESJ Bangil Pasuruan menunjukkan rerata sebesar 0,0038 µg/kg, artinya masih diatas standar SNI. Saran darib penelitian ini adalah menambah variasi waktu dan suhu penyimpanan untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap stabilitas mutu udang selama pascapanen, sehingga dapat ditentukan metode penyimpanan terbaik.