Herlita Novitasari
Universitas Islam Yasni Bungo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Melalui Model Pembelajaran Eksperimen pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial Kelas V Sekolah Dasar Herlita Novitasari; Muhammad Sabli; Selvia Nelis
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4423

Abstract

Penelitian ini dilandasi oleh kondisi empiris berupa belum optimalnya capaian hasil belajar peserta didik kelas V pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial di Sekolah Dasar Alam Muara Bungo, yang bersumber dari dominasi paradigma pembelajaran berpusat pada guru sehingga mengakibatkan rendahnya keterlibatan aktif peserta didik serta belum berkembangnya konstruksi pemahaman terhadap konsep-konsep yang bersifat abstrak. Berangkat dari permasalahan tersebut, penelitian ini diarahkan untuk mengintervensi kegiatan belajar melalui implementasi metode eksperimen sebagai strategi pedagogis yang lebih partisipatif dan berbasis pengalaman langsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus mencakup tahapan sistematis meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi sebagai mekanisme perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan. Subjek penelitian terdiri atas 16 peserta didik dengan teknik pengumpulan data melalui tes hasil belajar dan observasi terstruktur terhadap aktivitas pembelajaran. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling jenuh (total sampling), karena seluruh peserta didik kelas V dijadikan subjek penelitian. Teknik ini dipilih mengingat jumlah populasi yang relatif kecil sehingga semua anggota populasi dilibatkan dalam penelitian.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada ketuntasan belajar, yaitu dari 31,25% pada prasiklus, meningkat menjadi 56,25% pada Siklus I, dan mencapai 81,25% pada Siklus II. Implementasi metode eksperimen juga memperlihatkan penguatan pada aspek afektif dan sosial, yang tercermin melalui peningkatan keaktifan, kolaborasi, serta antusiasme peserta didik, sehingga dapat disimpulkan bahwa metode tersebut efektif dalam mengoptimalkan hasil belajar secara komprehensif. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan kepada peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penerapan metode eksperimen pada materi IPAS lainya maupun jenjang pendidikan yang berbeda agar diperoleh gambaran yang lebih luas mengenai efektivitas metode ini. Selain itu, penelitian berikutnya diharapkan dapat memadukan metode eksperimen dengan media atau model pembelajaran inovatif lainya untuk meningkatkan hasil belajar serta kemampuan berpikir kritis dan keaktifan peserta didik secara optimal.