Kesulitan belajar matematika masih menjadi permasalahan yang banyak dialami siswa sekolah dasar dan berdampak pada rendahnya kemampuan numerasi siswa. Kondisi ini semakin kompleks di daerah rural yang memiliki keterbatasan fasilitas dan sumber daya pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab kesulitan belajar matematika pada siswa sekolah dasar di Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Kesulitan belajar matematika merupakan permasalahan yang banyak dijumpai di sekolah dasar dan berdampak negatif terhadap prestasi akademik siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 20 siswa kelas I–VI yang dipilih secara purposive sampling dari tiga sekolah dasar di Batangtoru. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar matematika dipengaruhi oleh faktor internal, meliputi rendahnya motivasi belajar, kecemasan matematika (math anxiety), dan lemahnya kemampuan berpikir abstrak, serta faktor eksternal, meliputi metode pengajaran yang kurang variatif, keterbatasan media pembelajaran, minimnya keterlibatan orang tua, dan kondisi lingkungan belajar yang tidak kondusif. Faktor dominan yang teridentifikasi adalah rendahnya motivasi intrinsik siswa dan kurangnya penggunaan media konkret dalam proses pembelajaran. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi guru dan pemangku kepentingan pendidikan dalam menyusun strategi pembelajaran matematika yang lebih efektif di tingkat sekolah dasar.