Nilai perusahaan merupakan indikator penting bagi investor dalam menilai kinerja dan prospek perusahaan, khususnya pada sektor pertambangan yang memiliki karakteristik padat modal, risiko tinggi, dan fluktuasi pasar yang kuat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keputusan investasi, keputusan pendanaan, dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Nilai perusahaan diproksikan dengan Price to Book Value (PBV), keputusan investasi dengan Price Earning Ratio (PER), keputusan pendanaan dengan Debt to Equity Ratio (DER), dan kebijakan dividen dengan Dividend Payout Ratio (DPR). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif asosiatif dengan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang diperoleh melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi menggunakan lembar dokumentasi sebagai instrumen penelitian. Sampel ditentukan melalui purposive sampling dan diperoleh 19 perusahaan dengan total 76 observasi. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS setelah melalui uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan (B = 0,050; t = 33,967; p = 0,000), keputusan pendanaan berpengaruh negatif dan signifikan (B = -1,015; t = -6,291; p = 0,000), serta kebijakan dividen berpengaruh negatif dan signifikan (B = -1,153; t = -6,740; p = 0,000). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (F = 646,127; p = 0,000) dengan koefisien determinasi sebesar 0,964, yang berarti 96,4% variasi nilai perusahaan dapat dijelaskan oleh model. Temuan ini menegaskan bahwa perusahaan perlu mengoptimalkan keputusan investasi serta mengelola struktur pendanaan dan kebijakan dividen secara hati-hati untuk meningkatkan nilai perusahaan.