Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Efisiensi Penerbitan Surat Laik Operasi dan Hasil Tangkapan Kapal Perikanan di Wilayah Stasiun PSDKP Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur: Relationship between the Efficiency of Issuing Operation Worthiness Certificate and the Catch Yields of Fishing Vessels in the Area of the Kupang PSDKP Station, East Nusa Tenggara Province ange vince
Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal) Vol 4 No 1 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Perikanan Tangkap Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/marshela.v4i1.4896

Abstract

Surat Laik Operasi (SLO) merupakan salah satu instrumen dalam pengawasan perikanan sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 23 Tahun 2021. Penelitian dimulai tanggal 4 Fabruari sampai dengan 4 Juni 2025, bertujuan untuk menganalisis hubungan antara efisien penerbitan SLO di stasiun PSDKP Kupang (NTT) dengan hasil tangkapan ikan kapal perikanan. Metode yang digunakan berupa observasi langsung dan wawancara, dan analisis data menggunakan analisis korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan, Surat Laik Operasi dan produksi ikan memiliki hubungan yang sangat kuat dengan nilai korelasi sebesar 0,735. Hal ini membuktikan bahwa semakin banyak kapal yang mengurus SLO, maka semakin besar kontribusinya pada peningkatan produksi perikanan. SLO berperan penting dalam meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasi kapal perikanan, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan produksi perikanan. Dengan standarisasi kelaikan yang ketat, kapal dapat beroperasi secara optimal, yang secara langsung berkontribusi pada peningkatan volume produksi perikanan. Prosedur penerbitan SLO di stasiun PSDKP Kupang bersifat ringkas dan sederhana, efisien. Jumlah penerbitan SLO pada stasiun PSDKP Kupang tahun 2024 berfluktuasi sesuai kondisi cuaca yang mempengaruhi aktivitas penangkapan ikan oleh kapal perikanan. Kapal dengan ukuran menengah (antara 10–20 GT) mendominasi penerbitan SLO, sementara kapal dengan ukuran sangat kecil (<5 GT) dan sangat besar (>30 GT) menunjukkan jumlah yang relatif sedikit. Sistem perikanan tangkap di NTT didominasi oleh kapal menengah sebagai tulang punggung kegiatan operasional.