Sektor pertanian menghadapi berbagai tantangan seperti perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, dan ketidakpastian produksi yang dapat mempengaruhi stabilitas pendapatan rumah tangga petani. Dalam kondisi tersebut, pendapatan alternatif menjadi strategi penting untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap satu komoditas utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam memperoleh pendapatan alternatif dalam usahatani di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 306 petani jagung yang dipilih menggunakan metode accidental sampling. Data penelitian merupakan data primer yang diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner. Variabel yang dianalisis meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, luas lahan, pengalaman usahatani, keaktifan kelompok tani, keaktifan penyuluhan, status kepemilikan lahan, dan jumlah tanggungan keluarga. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel jenis kelamin berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani dalam memperoleh pendapatan alternatif pada tingkat kepercayaan 95%, sedangkan jumlah tanggungan keluarga menunjukkan kecenderungan berpengaruh pada tingkat signifikansi 10%. Sebagian kecil petani memperoleh pendapatan alternatif melalui penanaman cabai dan pisang di luar usahatani jagung. Temuan ini menunjukkan bahwa kebutuhan ekonomi rumah tangga dan peran sosial dalam keluarga menjadi faktor penting yang mempengaruhi keputusan petani dalam mencari sumber pendapatan alternatif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah dan lembaga terkait dalam merancang program pengembangan usahatani alternatif guna meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga petani.