Khoiril Akbar
Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penggunaan Metode Shorogan sebagai Solusi atas Tantangan Pembelajaran Maharah Qiro'ah di Pondok Pesantren Achmad Miqdad Makhlufy; Khoiril Akbar
Lisan An Nathiq : Jurnal Bahasa dan Pendidikan Bahasa Arab Vol. 7 No. 2 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/lan.v7i2.6966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penggunaan metode sorogan dalam pembelajaran Bahasa Arab guna mengembangkan maharah qira’ah santri kelas 2 Tsanawiyah putri di Pondok Pesantren Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah. Sorogan merupakan metode tradisional pesantren yang menekankan pembelajaran individual melalui penyetoran bacaan santri secara langsung kepada ustadzah untuk mendapatkan koreksi dan bimbingan intensif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara terhadap santri dan ustadzah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sorogan efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca teks Arab, membangun kemandirian belajar, serta menumbuhkan kepercayaan diri santri. Kendala yang dihadapi mencakup minimnya penguasaan kosakata, rendahnya motivasi belajar, dan keterbatasan waktu. Adapun faktor pendukung keberhasilan metode ini antara lain interaksi langsung dengan guru dan kedisiplinan dalam proses penyetoran bacaan. Kata Kunci: metode sorogan, maharah qira’ah, pembelajaran bahasa Arab, pesantren.
Strategi Guru PAUD Dalam Mengatasi Problematika Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 3–4 Tahun Di Era Digitalisasi di SPS Anggur 29 Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember Puput Yuliani; Khoiril Akbar
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v4i3.2256

Abstract

Era digitalisasi membawa tantangan signifikan terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini, ditandai dengan kecenderungan perilaku individualistik dan penurunan kemampuan interaksi interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi yang diterapkan oleh guru di SPS Anggur 29, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember dalam mengatasi berbagai problematika perkembangan sosial emosional pada anak usia 3—4 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pendidik, serta dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tiga fenomena utama problematika sosial emosional anak: rendahnya kontrol emosi (sikap temperamental), menguatnya sikap individualistik, dan lemahnya kemampuan kooperatif akibat pola interaksi satu arah dari gawai (gadget). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penanganan problematika tersebut bertumpu pada Strategi Intervensi Holistik Berbasis Ekosistem (Holistic Ecosystem-Based Intervention). Strategi ini mencakup empat pilar utama, yaitu: (1) transformasi pedagogis melalui peralihan pola bermain individual ke kolektif guna mereduksi egosentrisme praoperasional; (2) penguatan agensi melalui stimulasi inisiatif sosial untuk membangun kepercayaan diri (initiative vs. guilt); (3) regulasi emosional melalui metode pembiasaan, keteladanan (modeling), dan positive reinforcement; serta (4) sinergitas mikrosistem melalui kolaborasi strategis antara guru dan orang tua dalam bentuk digital parenting. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan sosial emosional anak di era digitalisasi tidak dapat dicapai melalui teknik tunggal, melainkan memerlukan banyak peran yang saling berkaitan.