Kabupaten Bondowoso terkenal luas sebagai salah satu sentra produksi kopi terbaik di Indonesia. Berada di daerah pegunungan, tanah Bondowoso cocok untuk budidaya tanaman perkebunan, salah satunya adalah kopi. Kopi Bondowoso sudah diakui dunia, dibuktikan dengan data ekspor. Melihat potensi ini, para pemangku kebijakan merancang sebuah website untuk mengoptimalkan penjualan dan manajemen keuangan Sekolah Kopi RAISA. Pendekatan pengembangan antarmuka yang digunakan adalah desain thinking, sebuah metode yang terdiri dari 5 tahap, yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan tes. Proses empathize merupakan proses penggalian informasi mengenai permasalahan yang dihadapi calon pengguna. Permasalahan tersebut didefinisikan untuk mendapatkan gambaran solusinya sebelum dilakukan perancangan antarmuka dan purwarupa. Proses pengujian dilakukan dengan melibatkan calon pengguna dari dua peran, yaitu admin Sekolah Kopi RAISA dan mitra UMKM, untuk melakukan uji penggunaan. Berdasarkan waktu eksekusinya, fitur untuk admin lebih kompleks dengan waktu penyelesaian 27,96 detik per skenario dengan total 4 skenario, sedangkan fitur untuk UMKM diselesaikan dalam waktu 18,02 detik per skenario dengan total 7 skenario. Berdasarkan hasil tes ini, dapat disimpulkan bahwa calon pengguna, baik admin maupun mitra UMKM, sudah siap untuk mengoperasikan sistem ini. Namun, dibutuhkan pendampingan yang intens bagi admin Sekolah Kopi RAISA agar mereka dapat semakin mahir dan selanjutnya dapat memberikan pelatihan kepada calon mitra UMKM. Selain itu, diperlukan perbaikan minor untuk fitur-fitur di sisi admin karena prosedur untuk admin cukup kompleks. Salah satu perbaikan yang harus dilakukan adalah menyederhanakan tata letak, warna, dan font sehingga admin dan pegawai lain yang berkepentingan dalam proses bisnis ini dapat memberikan pelayanan yang optimal bagi para pelanggan.