Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan kondisi umum pada ibu hamil dan dapat menyebabkan komplikasi obstetri jika tidak ditangani dengan baik. Selain faktor biologis, aspek lingkungan dan perilaku juga berkontribusi terhadap terjadinya ISK; namun, faktor-faktor seperti kualitas air minum dan kebiasaan buang air kecil relatif kurang mendapat perhatian, terutama di lingkungan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara jenis air minum, pola buang air kecil, dan usia ibu dengan kejadian ISK pada ibu hamil di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan dilakukan di lima puskesmas di Kota Bandar Lampung dari Mei hingga Oktober 2025. Sebanyak 136 ibu hamil pada trimester kedua dan ketiga dipilih menggunakan stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi perilaku terkait kesehatan, dan pemeriksaan urinalisis berdasarkan parameter leukosit dan nitrit. Analisis data dilakukan secara berurutan menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Chi-square, dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi ISK (Infeksi Saluran Kemih) pada ibu hamil adalah 28,3%. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara jenis air minum dan pola buang air kecil dengan kejadian ISK (p<0,05), sedangkan usia ibu tidak berhubungan secara signifikan. Analisis multivariat mengidentifikasi jenis air minum sebagai faktor yang paling dominan, dengan ibu hamil yang mengonsumsi air minum tidak aman memiliki risiko 2,6 kali lebih tinggi terkena ISK dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi air minum aman (OR=2,6; p=0,035). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan akses terhadap air minum aman, bersamaan dengan penguatan pendidikan perilaku kesehatan, harus diintegrasikan ke dalam layanan perawatan antenatal untuk mencegah ISK pada ibu hamil.