Mohamad Firhan Akbar
Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Degradasi Lingkungan dan Transformasi Sosial Ekonomi Masyarakat di Desa Bayah Barat Kabupaten Lebak Provinsi Banten Ahmad Zaky; Ibnu Tegar Maulana; Mohamad Firhan Akbar; Sri Mulyati; Ananda Putri; Fathiya Aulia Nurfadilah; Nasywa Maura Wilona; Nazwah Aleyda Zen
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 21, No 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jsekp.v21i1.19093

Abstract

Perkembangan industri dan aktivitas penambangan di wilayah pesisir sering kali membawa implikasi serius terhadap keberlanjutan lingkungan dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat lokal. Penelitian ini mengangkat permasalahan degradasi lingkungan dan transformasi sosial ekonomi yang terjadi akibat ekspansi industri dan penambangan di Desa Bayah Barat, Kabupaten Lebak, Banten. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak aktivitas industri terhadap kualitas lingkungan, perubahan mata pencaharian, serta keberlanjutan tradisi ekonomi-budaya masyarakat pesisir. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2025      di Desa Bayah Barat dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan masyarakat dan pemangku kepentingan, Focus Group Discussion (FGD), serta studi dokumentasi yang diperkuat dengan data sekunder dari laporan dan pemberitaan media. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas industri dan penambangan telah meningkatkan sedimentasi sungai, menurunkan kualitas ekosistem perairan, serta mengganggu keberlanjutan tradisi penangkapan ikan lokal. Kondisi ini memicu pergeseran mata pencaharian dan memperdalam ketimpangan sosial ekonomi antara masyarakat yang beralih ke sektor industri dan kelompok nelayan serta petani yang semakin terpinggirkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Bayah Barat menghadapi ketegangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan ekologis akibat lemahnya tata kelola lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan pengawasan industri, rehabilitasi lingkungan sungai dan pesisir, peningkatan kapasitas masyarakat lokal, serta pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal seperti pengolahan hasil laut dan ekowisata.     title : degradasi lingkungan, sosial ekonomi, Bayah Barat, kearifan lokal, masyarakat pesisirRapid industrial expansion in coastal areas often generates significant environmental and socio-economic consequences for local communities. This study examines environmental degradation and socio-economic transformation resulting from industrial and mining activities in Bayah Barat Village, Lebak Regency, Banten, Indonesia. The research aims to analyze the impacts of industrial expansion on environmental quality, livelihood changes, and the sustainability of local fishing traditions. Conducted in 2024, this study employs a qualitative descriptive approach. Data were collected through field observations, in-depth interviews with community members and key stakeholders, focus group discussions (FGDs), and document analysis, supported by secondary data from official reports and media sources. Data analysis was carried out using an interactive model involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that industrial and mining activities have increased river sedimentation, degraded aquatic ecosystems, and disrupted traditional small-scale fisheries, particularly the seasonal impun fishing practice. These environmental changes have driven shifts in local livelihoods and intensified socio-economic disparities between residents who transitioned into industrial employment and traditional fishers and farmers who have become increasingly marginalized. The study concludes that Bayah Barat is experiencing growing tension between economic growth and ecological sustainability due to weak environmental governance and limited policy intervention. To address these challenges, the study recommends strengthening industrial oversight, implementing river and coastal environmental rehabilitation, enhancing community capacity, and promoting local wisdom–based economic development, including value-added marine product processing and community-based ecotourism.