Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan peningkatan keterampilan operasional alat berat dan pemahaman keselamatan kerja bagi karyawan magang di PT Bumi Mineral Sulawesi, khususnya pada area persiapan material yang memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran proses produksi smelter. Karyawan magang umumnya belum memiliki pengalaman praktis yang memadai dalam pengoperasian wheel loader, pemeriksaan harian alat, serta penerapan keselamatan kerja di lingkungan industri. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi teknis, kemampuan perawatan alat, dan kesadaran keselamatan kerja melalui pendampingan langsung di lapangan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan praktik langsung yang terintegrasi dalam tiga aspek utama, yaitu pendampingan pengoperasian wheel loader, pendampingan pemeriksaan harian dan perawatan ringan unit, serta penguatan keselamatan kerja dan adaptasi operasional lapangan. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan observasi, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi berkelanjutan dengan melibatkan pembimbing lapangan dan operator berpengalaman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan kompetensi yang signifikan. Pada aspek pengoperasian wheel loader, peserta mampu meningkatkan keterampilan dalam melangsir material, melakukan loading, serta memahami alur distribusi material secara lebih efektif. Pada aspek pemeriksaan harian dan perawatan ringan unit, peserta mampu melakukan pengecekan kondisi alat secara sistematis serta melaksanakan perawatan dasar seperti pelumasan dan pembersihan unit. Pada aspek keselamatan kerja, peserta menunjukkan peningkatan kesadaran dalam penggunaan alat pelindung diri, kepatuhan terhadap prosedur kerja, serta kemampuan beradaptasi dengan kondisi lapangan. Manfaat kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh peserta dalam bentuk peningkatan keterampilan dan kesiapan kerja, tetapi juga oleh perusahaan melalui peningkatan efektivitas operasional dan penurunan potensi risiko kerja. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan pendampingan langsung yang terintegrasi mampu menjadi model efektif dalam meningkatkan kompetensi karyawan magang di lingkungan industri. Integrasi antara keterampilan teknis, perawatan alat, dan keselamatan kerja menjadi aspek penting dalam membentuk tenaga kerja yang siap dan adaptif terhadap kebutuhan industri.