Abstract: The Portrait of Education Imbalance in W.S. Rendra’s Poems “Sajak Seonggok Jagungâ€. The poem of “Sajak Seonggok Jagung†performed the imbalance of the thinking pattern of the educated and non educated to the reality; the imbalance between formal and non formal education; the imbalance between theory and practice; the imbalance of education development between rural and urban; and irrelevance of education to the need of rural people. All the imbalances were happened because Indonesia education system still adopt the foreign (western) education system. The main imbalance in of poem was the imbalance between the riches and the poor. Rendra performed the life of the poor in “Sajak Seonggok Jagungâ€. The difference of social status was the main problem to develop the education of Indonesia. Therefore, here is the moment that all the educational components, the government, teachers, students and parents should realize the importance of education for the next generation.Keywords: poem, imbalance, educationAbstrak: Potret Kesenjangan Pendidikan dalam Puisi “Sajak Seonggok Jagung†Karya W.S. Rendra. Puisi “Sajak Seonggok Jagung†menampilkan ketidakseimbangan pola pikir orang-orang berpendidikan dan tidak berpendidikan terhadap realitas yang dihadapinya (kesenjangan antara yang berpendidikan dan tidak berpendidikan); kesenjangan antara pendidikan formal dan pendidikan informal; kesenjangan antara teori dan praktek; kesenjagan antara pembangunan pendidikan di pedesaan dan perkotaan; dan ketidakrelevanan pendidikan yang ditanamkan saat mengenyam pendidikan di perkotaan dengan tuntutan masyarakat pedasaan menjadi persoalan dalam kehidupan Semua kesenjangan terjadi karena pendidikan Indonesia senantiasa mengadopsi metode asing (barat). Kesenjangan mendasar dalam puisi tersebut adalah ketidakseimbangan hidup orang-orang kaya dan kaum miskin. Rendra menonjolkan kehidupan orang-orang miskin dalam puisi “Sajak Seonggok Jagungâ€. Perbedaan status sosial merupakan persoalan mendasar dalam mengembangkan pendidikan di Indonesia. Karena itu, sudah saatnya komponen-komponen pendidikan, baik pemerintah, para pendidik, para pelajar dan mahasiswa, dan orang tua menyadari pentingnya pendidikan bagi generasi penerus bangsa.Kata kunci: puisi, kesenjangan, pendidikan