Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Guru Mitra Inspiratif (GUMI) sebagai Strategi Peningkatan Kualitas Pembelajaran pada Raport Pendidikan di SMA Negeri 16 Samarinda Rusdiana; Warni Juwita; Anggrayani; Ramika Dilla; Dyah Retno Sulistyani; Syafruddin; Nurlaili; Usfandi Haryaka
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/ijoms.v5i1.2330

Abstract

Menurut hasil Rapor Pendidikan SMA Negeri 16 Samarinda tahun 2024, kualitas pembelajaran masih perlu ditingkatkan, terutama dalam hal motivasi, keaktifan, dan hasil belajar siswa. Program Guru Mitra Inspiratif (GUMI) dirancang sebagai program kolaboratif antar guru yang mendampingi dan merenungkan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan guru dan kualitas proses belajar. Guru dalam kelompok kecil melakukan identifikasi masalah, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, refleksi, dan evaluasi adalah komponen implementasi program yang digunakan. Sumber data termasuk dokumentasi pembelajaran, angket pra dan pasca observasi, hasil penilaian siswa, dan observasi kelas. Guru mitra bekerja sama untuk menerapkan strategi pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning), penggunaan media, dan diskusi reflektif antar guru. Hasil implementasi menunjukkan bahwa siswa lebih aktif, lebih termotivasi untuk belajar, dan lebih memahami materi pelajaran, khususnya matematika. Siswa menjadi lebih terlibat dalam percakapan dan dapat mengaitkan ide-ide dengan situasi dunia nyata. Program juga meningkatkan nilai siswa sebesar 77,78% setelah dimulai. Namun demikian, masih ada beberapa area kerja sama kelompok yang membutuhkan perbaikan lebih lanjut. Program GUMI telah menunjukkan dirinya sebagai model yang baik untuk membantu guru bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru dapat memperbaiki strategi pembelajaran secara berkelanjutan melalui siklus identifikasi, perencanaan, implementasi, dan refleksi. Program ini disarankan untuk diterapkan secara berkelanjutan dengan memperkuat variasi konteks pembelajaran serta strategi peningkatan kerja sama siswa untuk hasil belajar yang lebih baik.