Status gizi balita merupakan indikator penting dalam menilai derajat kesehatan anak dan keberhasilan pembangunan kesehatan masyarakat. Permasalahan gizi pada balita masih menjadi tantangan yang sering ditemukan dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari karakteristik ibu maupun kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas Biromaru. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik potong lintang (cross-sectional). Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 6–59 bulan di wilayah tersebut, dengan jumlah sampel sebanyak 94 balita yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Variabel independen meliputi tingkat pengetahuan ibu, pola asuh makan, riwayat penyakit infeksi, dan akses pelayanan kesehatan, sedangkan variabel dependen adalah status gizi balita berdasarkan indikator berat badan menurut umur (BB/U). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu berpengaruh signifikan terhadap status gizi balita (p = 0,009; OR = 28,061) dan pola asuh makan juga berpengaruh signifikan (p = 0,001; OR = 67,454). Sementara itu, riwayat penyakit infeksi (p = 0,104) dan akses pelayanan kesehatan (p = 0,223) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan gizi ibu dan pembinaan pola asuh makan yang tepat perlu menjadi prioritas dalam upaya perbaikan status gizi balita.