Jauno Sinaga
Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia. Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENINGKATAN KINERJA TENAGA KESEHATAN MELALUI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN SAMOSIR Rina Novita Panjaitan; Rinawati Sembiring; Rahmad Alyakin Dachi; Jauno Sinaga; Frida Lina Tarigan
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.58006

Abstract

Pendidikan dan pelatihan mempunyai peran strategis dalam peningkatan kinerja (kualitas) SDM baik dalam hal kemampuan, keterampilan, dan kompetensi. Pendidikan dan pelatihan pegawai merupakan suatu kegiatan yang fungsinya untuk meningkatkan ketrampilan, skill, knowledge. Dengan banyaknya pemberian pelatihan kepada karyawan secara rutin akan meningkatkan kinerja pegawai. Tujuan penelitian untuk melihat menganalisis kinerja tenaga kesehatan melalui pengembangan sumber daya manusia kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan pendekatan cross- sectional. Populasi penelitian adalah seluruh tenaga kesehatan di dinas kesehatan Kabupaten Samosir berjumlah 619 orang dengan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 88 responden dengan menggunakan rumus slovin. Penelitian ini menggunakan uji Chi-square dan selanjutnya menggunakan regresi logistik untuk melihat faktor paling berpengaruh. Hasil penelitian menunjukkan ada berhubungan pendidikan berkelanjutan (p=0.014) dan Pelatihan (p=0.000) dengan peningkatan kinerja tenaga kesehatan. Faktor yang paling dominan pelatihan dan OR= 24,677(95% CI = 2.177– 244,582), yang artinya Pelatihan yang diberikan pada tenaga kesehatan berpeluang 24,4677 kali untuk Berkinerja baik dibanding tenaga kesehatan yang tidak pernah mendapat pelatihan. Disarankan pimpinan agar memperhatikan kinerja bawahan dan senantiasa memberikan stimulus untuk peningkatan kinerja baik berupa pemberian motivasi, tidak memberikan beban kerja yang berlebihan maupun memberikan penghargaan pada tenaga kesehatan yang memiliki disiplin kerja yang tinggi berupa pelatihan dan pendidikan berkelanjutan.