Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dundai Naek Sialang Sebagai Warisan Budaya Takbenda: Tradisi Lisan, Kearifan Lokal, dan Perspektif Ekoteologi Islam Dalam Pelestarian Hutan di Musi Banyuasin Wanda Lesmana; Andy Hariyono; Puji Eko Purnomo; Herwandi; Munir
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/ijoms.v5i1.2481

Abstract

This study explores the oral tradition of Dundai Naek Sialang in Musi Banyuasin Regency, South Sumatra, as a form of local wisdom in traditional honey harvesting that preserves ecological balance. Using a descriptive qualitative method with ethnographic approaches—field observation, interviews with cultural maestros, and documentation of chants and practices—the research interprets symbolic meanings, cultural values, and ecological wisdom. Complementary analysis of Qur’anic exegesis, particularly Rūḥ al-Ma‘ānī by Al-Ālūsī, through Qawā‘id al-Tafsīr and Maqāṣid al-Syarī‘ah, situates the tradition within Islamic ecotheology. Findings reveal that Dundai Naek Sialang is not merely ritual chanting but embodies spiritual, social, and character education values aligned with Qur’anic messages on human stewardship (khalīfah, QS 2:30), prohibition of corruption (fasād, QS 7:56), and cosmic trust (amanah, QS 33:72). Thus, the tradition is relevant as intangible cultural heritage and ecological worship practice.
THE DYNAMICS OF PALEMBANG MALAY CULTURE IN THE DIGITAL AGE Hana Pertiwi; Cholidi; Mohammad Syawaludin; Andy Hariyono; Nilawati
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 6 No 3 (2026): Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan (April 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v6i3.346

Abstract

Budaya Melayu merupakan identitas yang mencerminkan nilai-nilai, tradisi, serta cara pandang hidup masyarakat. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, masyarakat Melayu kini menghadapi tantangan baru dalam menjaga dan mempertahankan nilai-nilai tradisionalnya terutama di wilayah palembang Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika identitas, budaya, dan adat masyarakat Melayu Sumatera Selatan di tengah era digital, serta menelusuri bagaimana proses penyesuaian berlangsung antara unsur tradisi dan modernitas. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif-analitis dengan pendekatan kualitatif, dengan melalui mesin pencarian google dan beberapa literature lainnya, serta analisis terhadap berbagai sumber sekunder yang membahas kebudayaan Melayu, perubahan sosial, dan pengaruh digitalisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan digital telah membawa perubahan signifikan terhadap pola interaksi, komunikasi, dan cara masyarakat Melayu mengekspresikan identitas budayanya. Kemudian ada teknologi digital berperan penting dalam upaya pelestarian budaya melalui dokumentasi, promosi wisata budaya, serta pembelajaran daring berbasis kearifan lokal. Namun di sisi lain, muncul pula tantangan berupa pergeseran nilai, komersialisasi budaya, dan menurunnya minat generasi muda dalam mewarisi tradisi. Masyarakat Melayu di Sumatera Selatan memperlihatkan kemampuan adaptasi yang kuat dengan memanfaatkan media digital sebagai sarana pelestarian adat, bahasa, dan seni tradisional. Inisiatif seperti revitalisasi bahasa Melayu, penyelenggaraan festival budaya berbasis hybrid, serta digitalisasi arsip adat menjadi wujud nyata dari upaya rekonstruksi budaya di era modern. Oleh karena itu, digitalisasi tidak semata-mata dipandang sebagai ancaman, tetapi juga sebagai peluang strategis untuk memperkuat identitas dan mempertahankan eksistensi budaya Melayu di tengah arus globalisasi.