Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENURUNAN PENDENGARAN DENGAN GEJALA DEPRESI PADA LANSIA DI RUMAH SAKIT DAERAH GUNUNG JATI CIREBON Raden Dhifan Muhammad Fathur Rahman; Pahmi Budiman Saputra Basyir; Hermansyah Suwarno
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.58393

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO), lansia adalah individu berusia 60 tahun ke atas yang mengalami proses penuaan disertai perubahan fisiologis dan psikologis. Salah satu perubahan fisiologis yang sering terjadi adalah presbikusis atau penurunan kemampuan pendengaran akibat proses degeneratif. Secara global, gangguan pendengaran dialami oleh lebih dari 1,5 miliar orang, dengan sekitar 430 juta di antaranya mengalami gangguan sedang hingga berat. Di Indonesia, prevalensi depresi pada lansia tergolong cukup tinggi, terutama di wilayah Jawa Barat. Lansia dengan gangguan pendengaran cenderung memiliki risiko lebih besar mengalami depresi akibat keterbatasan interaksi sosial dan isolasi. Sejak tahun 2021, Indonesia telah memasuki fase aging population dengan jumlah lansia melebihi 10% dari total penduduk serta meningkatnya angka harapan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat penurunan pendengaran dengan gejala depresi pada lansia di RSD Gunung Jati Cirebon. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 lansia yang berkunjung ke poli THT-KL dan dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Geriatric Depression Scale (GDS-15) untuk mengukur depresi serta pemeriksaan audiometri untuk menilai tingkat penurunan pendengaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan analisis uji Spearman menunjukkan nilai p sebesar 0,004 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat penurunan pendengaran dengan gejala depresi pada lansia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara penurunan pendengaran dengan gejala depresi pada lansia.