Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS MANAJEMEN LOGISTIK OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KERANG KABUPATEN PASER DAN HUBUNGANNYA TERHADAP KEPUASAN PASIEN Rio Saputra; Rahmat Bakhtiar; Blego Sedionoto
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.58584

Abstract

Manajemen logistik obat merupakan komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan rumah sakit karena berkaitan langsung dengan ketersediaan obat, mutu pelayanan farmasi, serta kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan manajemen logistik obat yang meliputi perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, dan pengendalian obat serta hubungannya dengan kepuasan pasien di Instalasi Farmasi RSUD Kerang Kabupaten Paser. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan dukungan data kualitatif berupa wawancara untuk memperkuat hasil analisis. Data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden pasien yang menerima layanan farmasi di rumah sakit. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat untuk menggambarkan kondisi masing-masing variabel serta analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara manajemen logistik obat dan kepuasan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar aspek manajemen logistik obat di RSUD Kerang berada pada kategori cukup hingga baik, khususnya pada aspek pengadaan obat. Namun, beberapa aspek pelayanan seperti ketepatan waktu pelayanan, kemudahan proses administrasi, dan pelayanan apoteker masih memerlukan peningkatan. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa sebagian besar variabel manajemen logistik obat tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien, kecuali pada aspek pengadaan obat dan distribusi obat yang memiliki hubungan signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai p-value sebesar 0,004 dan 0,012. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan pengadaan obat merupakan faktor penting dalam menjaga kualitas layanan farmasi dan kepuasan pasien.