Fikki Prasetya
Fakultas Kesehatan Masyarakat,Universitas Halu Oleo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH KEBISINGAN MESIN DAN PERSEPSI RISIKO KESEHATAN TERHADAP GANGGUAN PENDENGARAN PENGEMUDI KAPAL KATINTING : LITERATURE REVIEW La Ode Muhammad Jems Trailing Labalue; Sartiah Sartiah; Fikki Prasetya
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.59032

Abstract

Kebisingan mesin kapal merupakan salah satu faktor bahaya fisik yang berpotensi menyebabkan gangguan pendengaran pada pengemudi kapal katinting. Paparan kebisingan dengan intensitas tinggi dan durasi yang lama dapat menyebabkan Noise-Induced Hearing Loss (NIHL). Selain faktor kebisingan, persepsi risiko kesehatan juga memengaruhi perilaku pencegahan pekerja terhadap gangguan pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebisingan mesin dan persepsi risiko kesehatan terhadap gangguan pendengaran pengemudi kapal katinting melalui pendekatan literature review. Penelitian ini menggunakan metode narrative literature review dengan menelaah berbagai artikel ilmiah nasional dan internasional yang diperoleh melalui database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Garuda. Literatur yang digunakan dipublikasikan pada tahun 2014–2025 dan berkaitan dengan kebisingan kerja, gangguan pendengaran akibat kebisingan, serta persepsi risiko kesehatan pada pekerja kapal dan nelayan. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebisingan mesin kapal memiliki hubungan signifikan terhadap gangguan pendengaran pada pekerja sektor transportasi laut dan nelayan pengguna kapal motor. Paparan kebisingan di atas 85 dBA dalam durasi lama meningkatkan risiko terjadinya Noise-Induced Hearing Loss. Faktor usia, masa kerja, dan lama paparan turut memperbesar risiko gangguan pendengaran. Selain itu, persepsi risiko kesehatan memengaruhi perilaku pekerja dalam penggunaan alat pelindung telinga. Pekerja dengan persepsi risiko rendah cenderung mengabaikan tindakan pencegahan sehingga lebih rentan mengalami gangguan pendengaran. Kebisingan mesin dan persepsi risiko kesehatan merupakan faktor penting yang berhubungan dengan gangguan pendengaran pada pengemudi kapal katinting.