Program pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh potensi pangan lokal Kampung Yoboi berupa sagu (Metroxylon sp) dan ulat sagu (Rhynchophorus bilineatus var papuanus) yang memiliki kandungan gizi tinggi, namun pemanfaatannya masih terbatas pada olahan tradisional dan belum dikembangkan menjadi produk pangan modern yang bernilai tambah. Rendahnya diversifikasi pangan lokal, keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai kandungan gizi ulat sagu, serta minimnya keterampilan pengolahan pangan modern menjadi tantangan dalam pengembangan pangan lokal berbasis sumber daya daerah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah sagu dan ulat sagu menjadi produk cake bergizi yang memiliki nilai gizi dan nilai ekonomi lebih tinggi, sehingga dapat mendukung ketahanan pangan dan peningkatan gizi keluarga. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan di Kampung Yoboi, Kabupaten Jayapura selama 1hari menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dan pendekatan learning by doing. Tahapan kegiatan meliputi persiapan teknis dan identifikasi bahan baku, penyusunan modul pelatihan dan SOP sederhana, pelatihan pengolahan tepung ulat sagu, formulasi dan produksi cake bergizi berbasis tepung sagu dan tepung ulat sagu, serta edukasi mengenai higiene pangan sederhana. Peserta kegiatan terdiri dari kelompok mama-mama, pemudi kampung, dan masyarakat setempat berjumlah 31 orang dan mahasiswa FKM Uncen 41 orang yang terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan ini. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah ulat sagu menjadi tepung sebagai fortifikan protein pangan lokal. Masyarakat juga mampu memproduksi cake berbasis tepung sagu dan tepung ulat sagu dengan tekstur, aroma, dan rasa yang dapat diterima masyarakat.