Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFEKTIVITAS EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS DAN JAHE TERHADAP PERTUMBUHAN Colletotrichum capsici PADA CABAI MERAH SECARA IN VITRO Melani, Ni Wayan; Lakani, Irwan; Asrul
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 14 No 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/6edhn761

Abstract

Colletotrichum capsici merupakan patogen penyakit antraknosa pada tanaman cabai yang sulit untuk dikendalikan. Penggunaan pestisida kimiawi pada budidaya cabai dapat meninggalkan residu yang membahayakan bagi kesehatan konsumen. Oleh karena itu, penting untuk mengurangi penggunaan pestisida kimiawi dan beralih ke metode budidaya yang lebih aman, seperti penggunaan pestisida nabati dari rimpang lengkuas dan jahe. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan jenis rimpang yang lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan Colletotrichum capsici pada cabai merah secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Watunonju, Kecamatan Sigi Kota, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah untuk pengambilan spesimen dan proses isolasi dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan, menggunakan dua jenis ekstrak berupa Ekstrak Rimpang Lengkuas (ERL) dan Ekstrak Rimpang Jahe (ERJ) yaitu 0% (Kontrol), 10% ERL, 10% ERJ, 15% ERL, 15% ERJ, ERL 10% : ERJ 15%, ERL 15% : ERJ 10% dan diulang sebanyak 4 kali. Variabel pengamatan pada penelitian ini yaitu diameter koloni, laju pertumbuhan, dan daya hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tunggal ERJ 15% terbukti efektif menghambat pertumbuhan Colletotrichum capsici dibandingkan ERL 15%, dengan rata-rata diameter koloni 2,96 cm, laju pertumbuhan 0,30 cm/hari, dan daya hambat sebesar 62,20% pada 7 Hari Setelah Inokulasi (HSI). Perlakuan campuran ERL 10% : ERJ 15% lebih efektif dibandingkan perlakuan ERL 15% : ERJ 10% dengan rata-rata diameter koloni 2,21 cm, laju pertumbuhan 0,25 cm/hari, dan daya hambat 72,22% pada 7 Hari Setelah Inokulasi (HSI).