Penelitian ini tentang Evaluasi Kebijakan Program Geunaseh Dalam Penurunan Angka Stunting Pada Balita di Kota Sabang (Studi Kasus Pada Puskesmas Sukajaya). Stunting adalah salah satu permasalahan gizi menjadi fokus dari Pemerintah Indonesia pada saat ini. Pemerintah Kota Sabang dan UNICEF memulai strategi penurunan stunting dengan Program Geunaseh yang memiliki arti “kasih” dalam bahasa Aceh. Geunaseh (Gerakan Anak Sehat) yang merupakan kerjasama Pemerintah Kota Sabang dengan UNICEF yang berfokus pada penanganan malnutrisi dan stunting yang bertujuan untuk meningkatkan cakupan nutrisi dan akses terhadap layanan kesehatan bagi seluruh anak di Kota Sabang yang berumur 0-6 tahun dan ibu menyusui. Program Geunaseh adalah salah satu program yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Sabang untuk mendukung upaya pemenuhan kebutuhan esensial anak usia 0-6 tahun, sesuai dengan Peraturan Walikota Sabang Nomor 21 Tahun 2019 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Pemenuhan Kebutuhan Esensial Anak Usia 0-6 Tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis evaluasi pelaksanaan Program Geunaseh dalam penurunan angka stunting pada balita di kota Sabang (studi kasus pada Puskesmas Sukajaya) dengan menggunakan analisis berdasarkan teori evaluasi William Dunn. Indikator dari teori evaluasi William Dunn, yaitu : (1) Efektivitas; (2) Efisiensi; (3) Kecukupan; (4) Perataan; (5) Responsivitas; (6) Ketepatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara dan observasi untuk menganalisis dan mengidentifikasi kebijakan Program Geunaseh dalam penurunan angka stunting pada balita di Kota Sabang (studi kasus pada Puskesmas Sukajaya). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Program Geunaseh di Kota Sabang, khususnya di Puskesmas Kecamatan Sukajaya telah menunjukkan hasil yang cukup positif dalam upaya penurunan angka stunting pada balita. Evaluasi menunjukkan bahwa program ini telah berhasil memberikan intervensi yang tepat dalam mengatasi masalah gizi pada balita, dengan distribusi Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang merata dan alokasi bahan pangan yang sesuai dengan kebutuhan gizi balita. Namun, Bantuan Langsung Tunai yang diberikan itu tidak selalu tepat waktu dan tepat sasaran. Selain itu tenaga kesehatan yang ada juga belum memahami mengenai permasalahan stunting yang ada. Hal tersebut harus segera diperbaiki untuk bisa menurunkan angka stunting pada balita di Kota Sabang, khususnya Puskesmas Sukajaya.