Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KESEPADANAN MAKNA PADA PENERJEMAHAN TEKS PROTOKOL KERJA MULTIBAHASA DI PABRIK KOREA SELATAN DENGAN BANTUAN MESIN PENERJEMAHAN Sri Hartati; Badri Badri
Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Membaca (Bahasa dan Sastra Indonesia)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jmbsi.v11i1.41336

Abstract

Mobilitas pekerja migran Indonesia di Korea Selatan yang terus meningkat telah menciptakan kebutuhan komunikasi multibahasa yang semakin kompleks di lingkungan industri manufaktur. Salah satu tantangan utama yang dihadapi pekerja migran adalah memahami instruksi kerja, prosedur operasional standar, dan peringatan keselamatan yang sebagian besar disusun dalam bahasa Korea. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesepadanan makna pada penerjemahan teks protokol kerja berbahasa Korea ke dalam bahasa Indonesia dengan bantuan mesin penerjemah di lingkungan pabrik manufaktur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui dokumentasi teks kerja, observasi partisipatif, dan wawancara mendalam terhadap pekerja migran Indonesia yang bekerja di salah satu pabrik manu-faktur di Incheon, Korea Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mesin penerjemah mampu membantu proses pemahaman informasi secara cepat, tetapi masih menghasilkan berbagai bentuk ketidakakuratan makna berupa ambiguitas leksikal, kesalahan register, bias semantis, dan pergeseran makna pada istilah teknis industri. Istilah seperti jjikhim, suchuk, imul, dan miseonghyeong sering diterjemahkan secara harfiah sehingga tidak mampu merepresentasikan makna operasional yang sebenarnya di lingkungan produksi. Penelitian ini juga menemukan bahwa pekerja senior berperan penting sebagai mediator linguistik yang menjembatani kesenjangan komunikasi melalui interpretasi kontekstual dan demonstrasi visual. Temuan penelitian menegaskan bahwa kolaborasi antara teknologi penerjemahan dan mediasi manusia merupakan faktor penting dalam menciptakan komunikasi yang efektif, menjaga keselamatan kerja, serta meningkatkan efisiensi produksi pada lingkungan kerja multibahasa.