Muhammad Rezky
UIN Alauddin Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN KECERDASAN BUATAN (AI) DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN DAN KESEHATAN: TREN, TANTANGAN, DAN IMPLIKASI ETIS: Application of Artificial Intelligence in Nursing and Healthcare: Trends, Challenges, and Ethical Implications. Muhammad Rezky; Kurnia Rahma Syarif; Yulianto M
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 01 (2026): Media Keperawatan: Politeksnik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v17i01.1616

Abstract

Kecerdasan buatan (AI) telah berkembang pesat dan mulai diterapkan secara luas dalam berbagai aspek pelayanan kesehatan dan keperawatan. Teknologi ini memiliki potensi untuk meningkatkan akurasi diagnosis, efisiensi pelayanan, mengurangi beban kerja perawat, serta mendukung pengambilan keputusan klinis berbasis data. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis implementasi AI dalam bidang kesehatan dan keperawatan, termasuk aplikasinya, tantangan yang dihadapi, serta implikasi etis dan sosial yang menyertainya. Kajian dilakukan dengan metode tinjauan literatur sistematis terhadap 11 artikel ilmiah yang diperoleh dari PubMed dan jurnal ilmiah terkemuka. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditentukan dan dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi tren dan isu utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI telah banyak digunakan dalam analisis citra medis, diagnosis otomatis, prediksi klinis, dan efisiensi dokumentasi asuhan. Namun, masih terdapat berbagai tantangan dalam implementasi AI, antara lain terkait interpretabilitas model, kualitas data, bias algoritmik, serta isu etika seperti privasi data pasien. Kesimpulannya, meskipun AI memiliki potensi besar dalam mentransformasi layanan kesehatan, penerapannya yang efektif dan bertanggung jawab memerlukan kerangka regulasi yang kuat, penerapan Explainable AI (XAI), serta kolaborasi interdisiplin yang erat dengan melibatkan perawat sebagai pengguna akhir di garda terdepan.