Lucky Adriansyah Usman
Transbahasa: Professional Language Services

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Program Swarago sebagai Inovasi Literasi Digital Berbasis Wisata Budaya di Objek Wisata Benteng Otanaha Gorontalo Lucky Adriansyah Usman; Teuku M. Gosyah Hamzah; Nadzwa Maulana Lynn; Nabila Kamal
SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): SERAMBI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : TRANSBAHASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/serambi.v3i1.44

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas informasi wisata secara inklusif melalui pengembangan Prasasti Suara Warisan Gorontalo (SWARAGO) di objek wisata Benteng Otanaha. SWARAGO merupakan inovasi berbasis edukasi, teknologi, dan pariwisata yang menghadirkan prasasti informasi multibahasa dilengkapi kode batang yang terhubung dengan situs web berisi informasi sejarah dan audio dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Gorontalo, serta beberapa bahasa asing, seperti Inggris, Arab, Korea, dan Turki. Program ini dirancang untuk memudahkan wisatawan lokal maupun mancanegara dalam mengakses informasi sejarah tanpa terkendala bahasa maupun keterbatasan visual. Metode pelaksanaan program dilakukan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penyusunan konten sejarah dan kebahasaan, penerjemahan informasi ke berbagai bahasa, pembuatan media digital berbasis kode batang, serta pemasangan prasasti pada kawasan wisata. Pelaksanaan program melibatkan kolaborasi dengan pelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) dan pemerhati budaya lokal sebagai bentuk pelestarian bahasa dan budaya Gorontalo. Hasil program menunjukkan bahwa SWARAGO mampu meningkatkan kualitas layanan informasi wisata, memperluas akses edukasi sejarah dan budaya, serta memperkenalkan Bahasa Gorontalo kepada wisatawan secara lebih luas. Selain itu, inovasi ini memberikan kontribusi dalam pengembangan pariwisata berbasis teknologi dan literasi budaya yang inklusif. Dengan demikian, SWARAGO berpotensi menjadi model pengembangan wisata edukatif berbasis multibahasa dan teknologi digital dalam mendukung pelestarian warisan budaya daerah.