Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Erie memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas perikanan tangkap di wilayah pesisir, namun efisiensi operasionalnya belum optimal akibat keterbatasan infrastruktur dan fasilitas. Permasalahan utama meliputi kapasitas dermaga yang kecil, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang belum dimanfaatkan secara optimal, tidak tersedianya area bongkar khusus, keterbatasan fasilitas pendukung, serta gangguan gelombang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting infrastruktur dan fasilitas, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi operasional, serta merumuskan strategi pengembangan yang tepat. Metode yang digunakan adalah analisis SWOT melalui penyusunan matriks IFAS dan EFAS berdasarkan pembobotan dan penilaian responden. Hasil penelitian menunjukkan nilai IFAS sebesar −0,96 dan EFAS sebesar 0,20, yang menempatkan PPI Erie pada Kuadran III (WO – Turnaround Strategy). Hal ini menunjukkan bahwa strategi pengembangan perlu difokuskan pada pemanfaatan peluang eksternal untuk mengatasi kelemahan internal. Keterbatasan infrastruktur dan fasilitas terbukti menjadi faktor utama penghambat efisiensi operasional, yang diperparah oleh faktor eksternal seperti kondisi gelombang dan dinamika persaingan. Oleh karena itu, strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi perluasan dermaga dengan desain adaptif terhadap gelombang, pembangunan TPI, penyediaan fasilitas rantai dingin (air bersih, es, dan cold storage), serta penguatan kemitraan dengan pihak swasta dan dukungan kebijakan pemerintah guna meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing PPI Erie.