Tazkia Jaufillail
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SINTESIS, KARAKTERISASI, DAN UJI APLIKASI PUPUK Ca-N-P-K DARI TULANG SAPI TERKALSINASI DENGAN METODE PELARUTAN DAN PRESIPITASI Tazkia Jaufillail; Azzahra Maritza Putri; Srie Muljani; Atika Nandini
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v15i1.39315

Abstract

Limbah tulang sapi merupakan sumber kalsium fosfat yang melimpah, namun pemanfaatannya di sektor pertanian masih terbatas. Pengolahan tulang sapi menjadi pupuk multinutrien berbasis Ca-N-P-K dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk mengurangi limbah organik, meningkatkan nilai tambah, menyediakan sumber hara makro yang ramah lingkungan, serta mendukung ketahanan pangan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengarakterisasi pupuk berbasis tulang sapi terkalsinasi melalui metode pelarutan dan presipitasi dengan variasi pH (7-11) dan kecepatan pengadukan (300–400 rpm) serta mengevaluasi keterkaitannya terhadap sifat material dan kinerja awal sebagai pupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pH 9 menghasilkan kristalinitas dan morfologi partikel yang lebih baik, kondisi optimum ditetapkan pada pH 7 pada rpm 350 karena memberikan yield tertinggi serta distribusi fase dan kandungan CaO–P2O5 yang lebih sesuai untuk aplikasi pupuk multinutrien. Analisis X-Ray Fluorescence (XRF) mengonfirmasi kandungan CaO 26,95%, P2O5 32,99%, dan K2O 1,87%, dengan pembentukan fase CaKPO4 sebesar 39,51%. Karakterisasi X-Ray Diffraction (XRD) menunjukkan keberadaan fase utama CaKPO4 39,51%, CaHPO4·2H2O 39,11%, dan CaNH4PO4·7H2O 21,38%, dengan derajat kristalinitas 72,48%. Tingkat kristalinitas ini berperan dalam mengontrol stabilitas struktur dan laju pelepasan nutrisi sehingga memengaruhi ketersediaan hara dalam tanaman. Analisis SEM-EDX menunjukkan morfologi partikel halus berukuran rata-rata 300,99 nm dengan distribusi unsur Ca, P, N, dan K yang merata, yang berpotensi meningkatkan luas permukaan dan efisiensi pelepasan nutrisi. Uji aplikasi awal pada tanaman tomat skala laboratorium menunjukkan peningkatan pertumbuhan dibandingkan dengan kontrol. Hasil ini menegaskan bahwa limbah tulang sapi berpotensi dikembangkan menjadi pupuk multinutrien berbasis fosfat untuk aplikasi agrikultur yang berkelanjutan.