Pendidikan abad ke-21 ditandai dengan perubahan besar yang dipicu oleh globalisasi, perkembangan teknologi digital, dan revolusi industri 4.0. Dinamika ini menghadirkan peluang besar bagi proses pembelajaran, namun sekaligus memunculkan tantangan serius, mulai dari krisis moral, penyalahgunaan teknologi, hingga ketimpangan akses terhadap ilmu pengetahuan. Dalam konteks ini, hadis tentang kewajiban menuntut ilmu menjadi rujukan penting untuk meneguhkan kembali nilai spiritual sekaligus mengarahkan proses pendidikan agar tidak kehilangan ruh kemanusiaannya. Penelitian ini berfokus pada integrasi ajaran hadis mengenai thalab al-‘ilm dengan realitas pendidikan global abad ke-21. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap sejumlah hadis, khususnya hadis riwayat Ibnu Majah tentang kewajiban menuntut ilmu, hadis riwayat Muslim tentang kemudahan jalan menuju surga bagi pencari ilmu, serta hadis-hadis lain yang relevan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam hadis tersebut seperti tanggung jawab, amanah, keikhlasan, dan penguatan etika sangat relevan untuk dijadikan fondasi dalam menghadapi permasalahan pendidikan global, baik pada ranah digital, etika akademik, maupun literasi spiritual. Dengan demikian, integrasi hadis dan dinamika pendidikan abad ke-21 bukan hanya memberikan solusi praktis terhadap tantangan zaman, tetapi juga memperkaya khazanah pendidikan Islam dengan semangat transformasi dan kemanusiaan universal.