Penelitian ini mengkaji pengaruh struktur kabilah dalam masyarakat Arab terhadap transmisi hadis pada masa sahabat dengan menggunakan pendekatan analitis sosiohistoris. Struktur kabilah yang berbasis pada hubungan genealogis dan solidaritas kelompok (ʿashabiyyah) berfungsi sebagai jaringan sosial utama yang membentuk jalur transmisi hadis sekaligus memfasilitasi penyebarannya secara luas dan berpotensi menimbulkan preferensi sosial dalam periwayatan. Dengan metode studi kepustakaan (library research), penelitian ini menganalisis pola empiris sanad para perawi besar berdasarkan afiliasi kabilah utama, yaitu Quraisy, Anshar, dan mawali non-Arab. Temuan penelitian menunjukkan bahwa jaringan kabilah menjadi sarana efektif distribusi hadis lintas wilayah, tetapi pada saat yang sama juga menciptakan tekanan selektif yang direspons oleh ulama hadis melalui kritik sanad dan penilaian perawi (jarh wa-taʿdīl). Secara kritis, penelitian ini mendialogkan temuan tersebut dengan kajian hadis kontemporer, termasuk karya Joseph Schacht, G. H. A. Juynboll, Mustafa al-Aʿzami, dan Jonathan A. C. Brown. Penelitian ini berargumen bahwa konteks kabilah tidak melemahkan autentisitas hadis, melainkan merupakan variabel sosiohistoris yang justru diakomodasi dalam disiplin ilmu hadis. Pendekatan interdisipliner ini berkontribusi terhadap pengembangan metodologi yang menjembatani ilmu hadis dan sejarah sosial.