Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP PENDIDIK DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN: 1. Konsep Pendidik Dalam Islam Imel Putri Dewita; Ahmad Ahmad
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i1.2759

Abstract

Salah satu unsur terpenting dalam proses kependidikan adalah pendidik, dipundak pendidik terletak tanggung jawab yang besar untuk mengantarkan anak didiknya kearah tujuan yang dicita-citakan, berhasil tidaknya lembaga pendidikan dalam membina anak didiknya tidak luput dari keberadaan pendidik yang memiliki kualifikasi pendidik yang baik disamping sikap dan karakternya. Sebagai sarana vital untuk membangun peradaban umat manusia maka Al-Qur’an banyak memuat tentang pendidik yang mampu mengarahkan anak didiknya pada ranah kehidupan yang lebih baik. Pendidik sebagai ujung tombak yang bisa merobah manusia baik dari aspek budaya, sosial, dan agama. Berkaitan dengan masalah diatas, penulis akan melakukan penelitian ini dengan berbagai sudut pandang yang diambil dari sumber utama dalam agama Islam yakni Al-Qur’an. Dalam Al-Qur’an banyak sekali membahas tentang pendidik. Metode penelitian ini menggunakan library research atau sering disebut dengan studi kepustakaan. Sedangkan jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dimana peneliti hanya menjelaskan, menggambarkan dan menganalisis tentang hal-hal yang ada disekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai teori tentang konsep Pendidik atau pendidik dalam perspektif al- Qur'an. Kata Kunci : Pendidik, Perspektif Al-Qur'an
Balancing Child Education and Parental Care: The Sandwich Generation from an Islamic Education Perspective Imel Putri Dewita; Goestina
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol. 11 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/educative.v11i1.11327

Abstract

The "sandwich generation" confronts multidimensional pressures in balancing modern employment with the dual responsibilities of eldercare and child-rearing. While secular literature heavily frames this as a structural crisis leading to caregiver burnout, empirical studies within the framework of Islamic education remain scarce. This qualitative study explores how working mothers negotiate these role conflicts by actualizing Islamic educational values as a "lived religion." Employing a descriptive-analytical design, data were collected through in-depth interviews and observations with 13 working mothers of Nasyiatul 'Aisyiyah in Takalar Regency. The findings reveal three main themes. First, participants face severe structural vulnerabilities driven by systemic financial strain and time scarcity. Second, rather than succumbing to burnout, they cognitively reconstruct this dual burden into a divine trust (Amanah). The domestic sphere is utilized as a multidimensional worship space, integrating Birrul Walidain (filial piety) with Tarbiyah bil Qudwah (education through role modeling). Third, Islamic values Ikhlas (sincerity), Sabr (patience), Tawakkul (reliance on God), and Syukr (gratitude) are operationalized as active psycho-spiritual mechanisms, functioning as a mental shield against economic anxiety and emotional spillover. This study concludes that Islamic spiritual resilience challenges secular paradigms of inevitable caregiver exhaustion. These findings contribute to a contextual understanding of how Islamic educational values support role negotiation among working mothers within the Nasyiatul 'Aisyiyah community in Takalar Regency. They also provide an empirical reference for developing family education and counseling programs in similar Muslim community organizations, rather than proposing a universally applicable model.