Eka Setya Budi
Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTERNALISASI NILAI ADAB MAKAN MELALUI PROGAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) DI MTS ZUMROTUL WILDAN TAHUNAN Anggi Talia; Eka Setya Budi
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 10 No. 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid.v10i1.6791

Abstract

Ketidakseimbangan antara pencapaian akademik dan penguatan karakter religius peserta didik masih menjadi persoalan dalam pendidikan Islam, terutama dalam penerapan adab sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai sarana internalisasi nilai adab makan di MTs Zumrotul Wildan Tahunan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana, dengan triangulasi untuk menjamin validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MBG tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga sebagai media efektif dalam menanamkan nilai religiusitas, disiplin, tanggung jawab, kesantunan, dan keadilan melalui pembiasaan, keteladanan, serta pengawasan terstruktur. Proses internalisasi berlangsung secara bertahap dari ranah kognitif, afektif, hingga psikomotorik, yang berdampak pada terbentuknya perilaku beradab secara konsisten. Meskipun terdapat kendala teknis, dukungan institusi dan peran aktif guru menjadi faktor utama keberhasilan program. Dengan demikian, MBG berkontribusi signifikan dalam mengintegrasikan pendidikan kesehatan dan pembentukan karakter religius peserta didik secara berkelanjutan.. Kata Kunci: Internalisasi Nilai, Adab Makan, Makan Bergizi Gratis, Pendidikan Karakter, Pendidikan Islam
Beyond Infrastructure: How Supervision and Collaboration Shape Effective Islamic Religious Education in Resource-Limited Schools Alfi Khoirun Nisa; Eka Setya Budi
Managere: Indonesian Journal of Educational Management Vol. 7 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52627/managere.v7i4.1091

Abstract

This study investigates how learning facilities and infrastructure are managed and utilized to support Islamic Religious Education in an elementary school context. The research aims to provide an in-depth understanding of how prayer rooms, teaching aids, and digital media shape students’ learning experiences, particularly in situations where facility limitations remain a structural challenge. Using a qualitative descriptive design, data were collected through semi-structured interviews, field observations, and document analysis involving principals, teachers, students, and school committee members. The findings reveal that systematic supervision plays a crucial role in guiding teachers to make the most of available resources. In contrast, teachers' creativity contributes to the development of additional teaching aids that enhance instructional quality. The study also highlights the importance of collaborative engagement among school residents to support the maintenance and sustainability of learning facilities. These interactions create a supportive environment where even limited facilities can function effectively for religious learning. The implications suggest that schools need adaptive strategies to ensure that learning facilities are sustainably integrated into instructional processes, particularly within resource-constrained settings.