Hairul Hudaya
Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nilai Sidq dalam Hadis Nabi Muhammad SAW Sebagai Fondasi Pencegahan Academic Dishonesty  di Dunia Pendidikan Sheila Rosalia; Hairul Hudaya; Mutia Rahmawati
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 10 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v10.1.544.12-22

Abstract

Ketidakjujuran akademik merupakan persoalan serius dalam dunia pendidikan kontemporer yang berdampak pada degradasi integritas akademik dan melemahnya fondasi moral peserta didik. Berbagai upaya pencegahan yang menekankan regulasi, sanksi, dan pengawasan teknis dinilai belum sepenuhnya efektif karena kurang menyentuh dimensi etika internal. Artikel ini bertujuan mengkaji nilai sidq dalam hadis Nabi Muhammad ﷺ sebagai fondasi etika pencegahan ketidakjujuran akademik dalam konteks pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa hadis-hadis tentang ṣidq dalam Sahih al-Bukhari, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur ilmiah yang relevan dengan integritas akademik, pendidikan moral, dan etika Islam. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sidq merupakan nilai moral komprehensif yang menekankan keselarasan antara niat, ucapan, dan tindakan, serta berfungsi sebagai kontrol moral internal dalam perilaku akademik. Integrasi nilai sidq mampu memperkuat kesadaran etis, tanggung jawab moral, dan konsistensi akademik peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa sidq dapat diposisikan sebagai kerangka etika berbasis nilai yang relevan dan berkelanjutan dalam upaya pencegahan ketidakjujuran akademik di dunia pendidikan.
Konsep Hifz al-Lisan (Menjaga Lisan) dalam Hadis Nabi: Kajian Hadis yang Hidup dalam Konteks Pendidikan Munawarah; Hairul Hudaya
Al-Bukhari : Jurnal Ilmu Hadis Vol. 9 No. 1 (2026): Al-Bukhari: Jurnal Ilmu Hadis
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/al-bukhari.v9i1.13933

Abstract

The rapid advancement of digital technology and social media has fundamentally reshaped public communication patterns. However, the ease of disseminating information is frequently accompanied by a rise in hoaxes, hate speech, slander, and cyberbullying. Within this context, the Islamic concept of hifz al-lisan (guarding the tongue) serves as a crucial ethical framework that warrants critical examination in the digital sphere. This study aims to analyze the concept of hifz al-lisan through a living hadith perspective and investigate its relevance to constructing communication ethics in the digital era. Employing a qualitative approach, this library research synthesizes data from the Qur'an, prophetic traditions (hadith), classical Islamic texts, and contemporary scholarly literature on digital communication ethics. The gathered data were evaluated using content analysis. The findings reveal that hifz al-lisan extends beyond the values of speaking truthfully, avoiding harmful speech, preserving human dignity, and exercising prudence in information sharing; it can also be formulated as a comprehensive ethical framework to counter hoaxes, hate speech, and cyberbullying. The novelty of this research lies in its integration of the living hadith approach with contemporary digital phenomena, thereby offering a contextual and applicable model for Islamic communication ethics. Practically, these findings contribute to strengthening digital literacy, character education, and fostering a digital culture characterized by courtesy, responsibility, and moral integrity on social media.